Keiko Fujimori Diprediksi Menangkan Pilpres Peru Putaran Kedua
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim PenulisLIMA – Keiko Fujimori yang konservatif pada Selasa (23/6) tampaknya akan memenangkan pemilihan presiden Peru, membuka jalan bagi kembalinya nama keluarga Fujimori ke tampuk kekuasaan beberapa dekade setelah kejatuhan ayahnya.
Pemilu ini merupakan salah satu kontes kepemimpinan Amerika Latin yang paling ketat dalam beberapa dekade, dengan kejahatan dan ketidakstabilan politik mendominasi persaingan untuk memilih pemimpin kesembilan negara itu dalam satu dekade.
Kemenangan Keiko Fujimori akan menandai kembalinya nama keluarganya ke tampuk kekuasaan, lebih dari dua dekade setelah jatuhnya ayahnya, mantan Presiden Alberto Fujimori.
“Dengan 99,86 persen suara yang telah dihitung, Fujimori memperoleh 50,12 persen suara, selisih lebih dari 43.000 suara atas saingannya dari sayap kiri, Roberto Sanchez,” demikian keterangan yang dipublikasikan secara daring oleh Kantor Nasional Proses Pemilu.
Sebelum mengumumkan pemenang, petugas pemilihan perlu memproses 131 lembar penghitungan suara, yang mewakili sekitar 39.000 suara, jumlah yang tidak cukup untuk memungkinkan Sanchez mengejar ketertinggalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sanchez mengatakan dia tidak akan mengakui pemerintahan yang dipimpin oleh Fujimori, dengan alasan adanya pelanggaran serius terhadap proses pemilihan. Sanchez menduga adanya penyimpangan administratif dalam penanganan suara luar negeri, yang mewakili sekitar 300.000 surat suara, oleh otoritas pemilihan.
Perolehan suara dari luar negeri sebagian besar menguntungkan Fujimori, yang didorong oleh dukungan besar dari para pemilih di Amerika Serikat dan Jepang. Menurut Sanchez, jika suara yang diberikan di luar negeri dikecualikan, ia akan unggul sekitar 25.000 suara atas Fujimori.
Pada Senin (22/6) lalu, ia meminta pembatalan suara-suara tersebut oleh Dewan Juri Pemilu Nasional. Permintaan tersebut ditolak pada Selasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perpecahan
Partai Fujimori, Fuerza Popular, mengatakan akan menunggu penghitungan selesai sebelum menyatakan kemenangan.
Lambatnya proses penghitungan suara bukanlah hal yang tidak biasa di Peru. Pada tahun 2021, dibutuhkan hampir enam pekan untuk mengkonfirmasi hasil akhir pemilihan putaran kedua.
Pemilihan putaran kedua pada 7 Juni mempertemukan putri Alberto Fujimori yang berusia 51 tahun melawan Sanchez, 57 tahun, pewaris politik mantan Presiden Pedro Castillo.
Alberto Fujimori memimpin Peru melewati dekade 1990-an yang penuh gejolak, menumpas pemberontak Maois Shining Path dan menjinakkan hiperinflasi. Namun, ia kemudian dipermalukan, diasingkan, dan dipenjara karena korupsi dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Selama beberapa dekade, nama Fujimori telah membantu sekaligus menghantui Keiko, memberinya pengakuan instan, pemilih setia, dan jaringan politik yang luas, tetapi juga banyak kritikus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!