Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Keramik Nasional Siap Naik Kelas, Menperin Bidik Empat Besar Produsen Dunia

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menperin menambahkan, peluang pasar industri keramik nasional masih sangat terbuka lebar. Konsumsi keramik per kapita Indonesia yang berada di kisaran 2,5 meter persegi per kapita masih lebih rendah dibandingkan rata-rata negara ASEAN dan negara produsen besar lainnya. 

“Kondisi ini menjadi potensi besar bagi ekspansi industri keramik nasional, seiring dengan berbagai program strategis pemerintah seperti pembangunan tiga juta rumah, sekolah rakyat, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta proyek infrastruktur pemerintah, BUMN, dan swasta," imbuhnya.

Di samping itu, Menperin menyampaikan kepada para anggota ASAKI untuk mengambil peluang dari program pemerintah, yakni Gentengisasi. Program gentengisasi dikenalkan Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang juga dikenalkan Prabowo dalam acara tersebut.

"Jadi, kita harus bersiap. Sebab, jika kita pelajari lebih lanjut, genteng sebagai material atap memiliki sejumlah keunggulan. Selain lebih sejuk, genteng juga lebih tahan lama, lebih ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan jenis atap lain yang bahan bakunya tidak berasal dari tanah,"sebut Menperin. 

Dengan berbagai keunggulan tersebut, pemerintah mencanangkan program gentengisasi. Ini merupakan peluang yang sangat besar bagi rekan-rekan ASAKI. "Oleh karena itu, saya meminta agar seluruh pihak dapat bersiap, karena arah kebijakan ke depan akan semakin menguat ke sana," lanjutnya.

Pada Pelantikan Dewan Pengurus Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) periode 20262029 di Jakarta, Selasa (3/2), Menperin mengapresiasi kontribusi Dewan Pengurus ASAKI periode sebelumnya serta menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan ASAKI yang baru agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam perumusan dan implementasi kebijakan industri.

"Pemerintah memandang ASAKI sebagai mitra penting dalam mendorong industri keramik nasional naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," tegas Menperin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Salurka...
Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangerang A...
Advertisement
Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.