Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampang Bidik Industri Garam Skala Besar, Kementerian Investasi Fasilitasi Pembangunan Industri

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampang Bidik Industri Garam Skala Besar, Kementerian Investasi Fasilitasi Pembangunan Industri Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar.
Ket. Ilustrasi - Petani memanen garam di area tambak garam rakyat.

SAMPANG – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi pembangunan industrialisasi garam di Kabupaten Sampang, Jawa Timur menyusul adanya investor asing yang berminat berinvestasi dan membangun industrialisasi garam di wilayah itu.

Direktur Utama (Dirut) PT Garam Abraham Mose mengatakan, ada dua perusahaan asing yang menyatakan akan berinvestasi pengembangan industri garam di Kabupaten Sampang, yakni Tingkok dan Uni Emerat Arab.

"Karena itu, Kementerian Investasi berupaya membantu memfasilitasi ini. Selain akan menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat dan petambak garam di Sampang, juga kehadiran investor ini bisa mendorong program percepatan swasembada garam yang dicanangkan pemerintah," katanya dalam keterangan yang diterima di Sampang, Jumat (25/9).

Abraham menjelaskan, Sampang menjadi sasaran investor untuk pengembangan industrialisasi garam, karena wilayah ini memiliki lahan tambak garam cukup, yakni sekitar 1.300 hektare.

Selain ketersediaan lahan, kondisi air laut di kabupaten ini juga dinilai sangat bagus untuk dikelola menjadi air tua, sehingga hasil produksi garam juga dipastikan akan lebih baik. Dukungan masyarakat dan sarana pengembangan usaha yang tersedia saat ini juga menjadi pertimbangan investor.

"Beberapa hal ini yang menjadi pertimbangan mengapa investor asing dari Tiongkok dan Uni Emirat Arab tertarik berinvestasi di Sampang," katanya.

Abraham menjelaskan, PT Garam juga bersama Kementerian Investasi juga membantu melakukan studi pra-kelayakan (Pre-Feasibility Study/ pre-FS), dan studi kelayakan, termasuk membantu komunikasi terkait penyediaan tambahan lahan apabila nantinya dibutuhkan.

"Makanya dalam kaitan ini kami juga sering sowan ke Pak Bupati Sampang agar usaha baik yang berdampak positif bagi ekonomi masyarakat ini bisa terealisasi dengan baik. Selain itu, supaya masyarakat bisa ikut bangga dengan adanya industrialisasi garam di Sampang ini," katanya.

Abraham lebih lanjut menjelaskan, proses penentuan pelaksanaan proyek mulai dari pra hingga studi studi kelayakan, hingga penentuan patner pelaksana proyek sekitar satu tahun.

"Kalau mengacu ke Gresik, mereka melakukan survei, pembuatan pre-FS, itu hampir setahun. Sekarang ini masih September dan baru menyelesaikan FS, lalu menentukan partner IPC, baru setelah itu berlanjut ke pembangunan proyek," katanya.

Industri garam yang hendak dikembangkan di Kabupaten Sampang ini menggunakan metode MVR (Mechanical Vapor Recompression) atau teknologi daur ulang energi termal.

Menurut Abraham, metode ini mampu mengurangi penggunaan energi uap tradisional 70 hingga 90 persen, karena bisa mendaur ulang panas yang ada, sehingga mampu menghasilkan produk garam dengan tingkat kemurnian sangat tinggi yang memenuhi standar industri baku.

Dampaknya, juga bisa menurunkan emisi karbon secara signifikan karena mengandalkan elektrifikasi kompresor, bukan pembakaran bahan bakar fosil terus-menerus. Proses penguapan berjalan secara terus menerus dan masif, tidak bergantung pada cuaca atau sinar matahari.

"Dengan demikian, metodenya berbeda dengan tambak garam tradisional yang selama telah berjalan. Hasil lebih bagus dan produksi lebih banyak," katanya, menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.