Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Melemah Saat Ekonomi RI Tunjukkan Sinyal Positif

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah Saat Ekonomi RI Tunjukkan Sinyal Positif Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – IHSG melemah meski data PDB RI menunjukkan pertumbuhan positif, menandakan bahwa pasar sedang dipengaruhi faktor lain di luar kinerja ekonomi domestik.

Sentimen eksternal, seperti fluktuasi pasar global dan tekanan pada sektor keuangan tertentu, membuat investor lebih berhati-hati.

Kondisi ini menekankan bahwa pergerakan indeks saham tidak selalu sejalan dengan data makroekonomi, sehingga strategi investasi perlu mempertimbangkan dinamika global maupun domestik secara bersamaan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/2) sore, ditutup melemah 42,84 poin atau 0,53 persen ke posisi 8.103,88 terpengaruh oleh koreksi Bursa global akibat saham-saham sektor teknologi mengalami tekanan, di tengah sentimen positif data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,43 poin atau 0,41 persen ke posisi 829,35.

“Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tentu bagus bagi pasar, tapi sekarang pasar terpengaruh global yang koreksi,” ujar Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee dihubungi di Jakarta.

Hans mengatakan bahwa sentimen domestik terkait sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia, sudah kembali normal, atau tidak menghadirkan sentimen negatif lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa pelemahan IHSG terpengaruh oleh koreksi Bursa saham kawasan Asia dan global, seiring investor melakukan rotasi arah investasi serta adanya tekanan pada saham-saham sektor teknologi.

“Global rotasi dan tekanan pada saham teknologi. Jadi, pasar kita terpengaruh,” ujar Hans.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan PDB Indonesia tumbuh 5,39 persen year on year (yoy) pada kuartal IV 2025 atau melampaui ekspektasi sebesar 5,01 persen (yoy) dan meningkat dari pertumbuhan 5,04 persen (yoy) pada kuartal III 2025.

Sepanjang tahun 2025, perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen (yoy) , atau sedikit di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2 persen (yoy).

Bursa kawasan Asia dan global cenderung mengalami pelemahan seiring pelaku pasar melakukan aksi jual pada saham-saham teknologi, di tengah kekhawatiran terhadap valuasi yang terlalu tinggi, besarnya belanja kecerdasan buatan (AI), serta potensi gangguan terhadap model bisnis perangkat lunak tradisional

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 1,11 persen, dan diikuti oleh sektor keuangan yang naik sebesar 0,05 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Ngeri! Tekanan Sesar San An...
Luar Negeri
Swiss Tak Lagi Netral dan P...
Luar Negeri
Ekuador Makin Kacau, Status...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.