Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Tersungkur, Investor Mulai Cemas Hadapi Ketidakpastian

25 Senin, 10 Agu 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Tersungkur, Investor Mulai Cemas Hadapi Ketidakpastian IHSG Hari Ini Tersungkur, Investor Mulai Cemas Hadapi Ketidakpastian Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi - Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan masih kuatnya tekanan dari kombinasi sentimen domestik dan global.

Dari eksternal, investor cenderung berhati-hati menghadapi ketidakpastian arah suku bunga, pergerakan imbal hasil obligasi AS, serta dinamika geopolitik.

Di dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada stabilitas rupiah, prospek pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan pemerintah yang berpotensi memengaruhi arus modal.

Kondisi ini membuat investor lebih selektif dan mendorong aksi ambil untung, sehingga ruang penguatan IHSG masih terbatas.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8), sore ditutup melemah 44,28 poin atau 0,69 persen ke posisi 6.365,37 seiring adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,16 poin atau 0,96 persen ke posisi 634,13.

"Pergerakan IHSG dipengaruhi katalis sentimen eksternal dan juga internal," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, hasil survei Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 menunjukkan perlambatan, yang mana turun menjadi 116,8 dari bulan sebelumnya di posisi 117,8.

Meskipun secara level berada pada tingkat optimis (indeks >100), namun demikian penurunan IKK tersebut memberikan indikasi melemahnya daya beli konsumen seiring kondisi ekonomi rumah tangga.

Penurunan tersebut juga di dukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis masing-masing sebesar 107,9 dan 125,7, atau lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya masing-masing sebesar 109,2 dan 126,4.

Dari mancanegara, bursa regional Asia cenderung bergerak menguat setelah laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan, menunjukkan kontraksi tidak terduga dalam lapangan kerja bulan Juli 2026.

Dengan demikian, data tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.

Sementara itu, jumlah pekerjaan nonpertanian secara tak terduga menurun sebesar 23.000 pada bulan Juli, sementara revisi penurunan tajam pada dua bulan sebelumnya semakin menandakan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja.

Pelaku pasar sekarang memperkirakan sekitar 44 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026, atau turun dari 67 persen seminggu sebelumnya.

Di sisi lain, pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi AS penting yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk tambahan tentang prospek kebijakan moneter.

Sementara itu, pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah karena Iran membantah telah mengadakan pembicaraan langsung dengan AS, meskipun Washington mengklaim bahwa kesepakatan sudah dekat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.