MDMC Bangun 23 Lokal Sementara Sekolah Terdampak Bencana di Agam
📅 Senin, 26 Jan 2026, 16:28 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Yusrizal.
Lubuk Basung -- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pusat membangun 23 unit lokal sementara bagi sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat agar proses belajar mengajar kembali normal.
Penanggungjawab Pembangunan Sekolah Darurat MDMC Dedi di Lubuk Basung, Senin, mengatakan 23 unit lokal sementara itu dibangun di Bancah Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak enam unit, Labuh, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya dua lokasi untuk tujuh unit dan Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan 10 unit.
"Untuk pembangunan di Bancah dan Labuh telah berjalan. Sementara di Kayu Pasak baru selesai pembersihan lokasi," katanya.
Ia mengatakan enam lokal di Bancah, Nagari Maninjau itu bakal digunakan untuk siswa SDN 09 Bancah.
Sedang di Labuah, Nagari Sungai Batang untuk siswa SDN 14 Labuah enam unit dan TK satu unit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia untuk MTs Muhammadiyah tiga unit, SMA Muhammadiyah tiga unit, TK dua unit dan Paud dua unit.
"Pengerjaan sudah dimulai satu Minggu lalu dan ditargetkan selesai pada 2 Februari 2026," katanya.
Ia menambahkan lokal sementara ini dibangun untuk sekolah yang mengalami rusak berat dampak banjir bandang melanda Agam pada akhir November 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kondisi itu, siswa mengikuti proses belajar mengajar di MDA dan tenda darurat.
Untuk itu, MDMC membangun lokal sementara menggunakan baja ringan, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
"Kita juga membangun kelas sementara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman dan telah selesai 100 persen," katanya.
Salah seorang guru SDN 09 Bancah Warham Mariski menambahkan proses belajar mengajar 60 siswa dilakukan di MDA tidak jauh dari sekolah semenjak bangunan sekolah rusak akibat banjir bandang.
"Proses belajar mengajar semaksimal mungkin dengan fasilitas yang ada," katanya.
Ia mengakui proses belajar mengajar dilakukan di MDA akibat sekolah mengalami rusak berat dampak banjir bandang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!