Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dedi Mulyadi Targetkan Jawa Barat Jadi Provinsi Penghasil Listrik Terbesar, PSEL Legok Nangka Mulai Dibangun

7 Kamis, 30 Jul 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dedi Mulyadi Targetkan Jawa Barat Jadi Provinsi Penghasil Listrik Terbesar, PSEL Legok Nangka Mulai Dibangun Dedi Mulyadi Targetkan Jawa Barat Jadi Provinsi Penghasil Listrik Terbesar, PSEL Legok Nangka Mulai Dibangun Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhicara dalam Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka Dan Penandatanganan Kerjasama Pengembangan Waste to Energy Jawa Barat di Kabupaten Bandung, Rabu (29/7).

Kabupaten Bandung, Jabar - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan daerahnya menjadi provinsi penghasil listrik terbesar di Indonesia melalui percepatan pembangunan berbagai pembangkit energi terbarukan termasuk Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

"Nah, ini (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Legok Nangka) akan menjadi salah satu alat pemicu untuk membangun sebuah sistem pengolahan sampah yang modern," kata Dedi dalam Groundbreaking PSEL Legok Nangka Dan Penandatanganan Kerja sama Pengembangan Waste to Energy Jawa Barat di Kabupaten Bandung, Rabu (29/7).

Dedi menilai keberadaan PSEL Legok Nangka akan menjadi pemicu pembangunan sistem pengelolaan sampah modern yang mampu menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus menghasilkan energi bersih secara berkelanjutan di Jawa Barat.

"Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih. Yang kemudian juga meningkatkan kualitas udara serta meningkatkan kualitas lingkungan. Dan yang berikutnya adalah Jawa Barat itu akan menjadi provinsi penghasil energi listrik terbesar di Indonesia," ujar Dedi.

Dedi mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan hasil keberlanjutan gagasan pemerintah provinsi sejak kepemimpinan gubernur sebelumnya yang kini berhasil memasuki tahap pelaksanaan setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

Menurut dia, proyek tersebut akhirnya terealisasi karena telah memiliki investasi, investor, serta kepastian pelaksanaan pembangunan setelah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ia menambahkan kesepakatan harga jual listrik turut menjadi faktor penting yang memberikan kepastian investasi sehingga pembangunan PSEL Legok Nangka dapat segera dimulai sesuai rencana pemerintah.

Dedi menyebut Jawa Barat telah memiliki berbagai sumber pembangkit energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan panas bumi yang akan semakin diperkuat melalui pembangunan PSEL di sejumlah wilayah.

"Pembangkitan ada berapa coba? Pembangkit Listrik Tenaga Surya ada berapa? Geothermal ada berapa, ditambah lagi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang paling banyak nanti di Jabar," tuturnya.

Menurut dia, pembangunan PSEL akan dikembangkan di Bandung Raya termasuk Garut, kemudian Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Bekasi, dan Kabupaten Bekasi guna memperkuat pengelolaan sampah regional.

Dedi menambahkan pemerintah juga akan mendorong pembangunan PSEL di kawasan Cirebon dan sekitarnya sebagai langkah mengatasi tingginya timbulan sampah sekaligus memperluas kapasitas energi terbarukan di Jawa Barat.

"Ke depan tinggal satu lagi yang harus kita dorong adalah di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Itu juga problem, jumlah sampahnya sangat banyak," ucap Dedi.

Target 2029

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit sebesar 40,79 megawatt dan dengan nilai investasi sebesar 400 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp7,2 triliun.

Masa konstruksi akan berlangsung selama kurang lebih 41 bulan atau Commercial Operation Date pada tahun 2029 dan selama masa konstruksi itu diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.565 tenaga kerja.

Selain menjadi solusi atas persoalan sampah perkotaan dan menghasilkan energi bersih, proyek ini juga diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO₂ ekuivalen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Gunung Semeru Luncurkan Gug...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.