Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahakam Ulu Usai Ditabrak Tongkang Tiga Kali

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 14:43 WIB | Oleh:
Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahakam Ulu Usai Ditabrak Tongkang Tiga Kali Doc: antara foto
Ket. Jembatan Mahakam Ulu di Katim.

SAMARINDA - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kalimantan Timur (Kaltim) mengukur geometri Jembatan Mahakam Ulu, Samarinda untuk memastikan keamanan struktur pasca-insiden tabrakan tongkang pada Minggu (25/01/2026), yang merupakan insiden ketiga kurun 60 hari terakhir.

“Begitu kami mendapatkan informasi dari media sosial, kami langsung melaporkan ke pimpinan dan segera turun ke lapangan pada pukul 10.00 Wita,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim Muhammad Muhran di Samarinda, Minggu (25/1).

Dia menjelaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan visual pada infrastruktur yang telah dihantam tongkang sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 60 hari terakhir.

Tim teknis menemukan satu unit fender di sisi Samarinda-Loa Buah dalam kondisi miring, gompal, tergores, hingga mengalami retakan akibat benturan Marine Power 3066.

Pilar delapan dan pilar sembilan jembatan juga tidak luput dari dampak insiden tersebut dengan ditemukan bekas goresan serta bagian beton yang gompal.

Dinas PUPR-Pera Kaltim kini menggandeng tim konsultan untuk memeriksa tingkat kemiringan pilar, kerataan lantai jembatan, hingga kondisi sambungan siar muat.

Data hasil pengukuran geometri tersebut akan dikombinasikan dengan hasil uji dinamis yang sebelumnya sudah dilakukan oleh otoritas terkait pada pekan lalu.

Muhran menekankan bahwa kesehatan struktur jembatan menjadi perhatian utama karena akumulasi benturan berulang dalam rentang waktu yang sangat singkat.

"Kami tengah mempertimbangkan opsi penutupan total bagi kendaraan bertonase besar setelah berkoordinasi dengan pihak KSOP dan Pelindo," katanya.

Langkah mitigasi saat ini difokuskan pada pengamanan pilar di sisi Loa Buah yang dinilai paling berisiko karena sudah tidak memiliki pelindung fender.

"Pembatasan kendaraan di atas delapan ton tetap diberlakukan secara ketat guna meminimalisir beban tambahan pada struktur yang sedang dalam masa evaluasi," kata Muhran.

Pihaknya menambahkan bahwa hasil kajian teknis komprehensif segera disampaikan kepada publik atas kondisi terkini aset vital Kalimantan Timur tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.