Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Eropa Lemah, Trump Ingin Segera Singkirkan Ancaman Russia dari Greenland

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Eropa Lemah, Trump Ingin Segera Singkirkan Ancaman Russia dari Greenland Doc: Brendan SMIALOWSKI/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Minggu (18/1) mengatakan bahwa Denmark belum mampu melakukan apa pun untuk mengusir “ancaman Russia” dari Greenland. Ia pun menyatakan bahwa sekaranglah waktunya, dan itu akan dilakukan!!!”

“NATO telah memberi tahu Denmark, selama 20 tahun, bahwa 'Anda harus menyingkirkan ancaman Russia dari Greenland.' Sayangnya, Denmark tidak mampu berbuat apa pun,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di situs media sosial miliknya yang bernama Truth Social.

Trump berulang kali menegaskan bahwa ia tidak akan puas dengan apa pun selain kepemilikan Greenland, wilayah otonom Denmark. Para pemimpin Denmark dan Greenland sama-sama menegaskan bahwa pulau itu tidak untuk dijual dan tidak ingin menjadi bagian dari AS.

Pada hari Sabtu, Trump berjanji akan menerapkan gelombang peningkatan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa hingga AS diizinkan untuk membeli Greenland.

Kehadiran Tiongkok dan Russia yang semakin mengancam menjadikan Greenland vital bagi kepentingan keamanan AS, kata Trump.

Pejabat Denmark dan Eropa lainnya telah menunjukkan bahwa Greenland sudah tercakup dalam pakta keamanan kolektif NATO.

Kelemahan Eropa

Secara terpisah,Menteri Keuangan Scott Bessent memperkuat pesan Presiden Donald Trump kepada sekutu-sekutu Eropa bahwa AS tidak akan membatalkan rencana untuk mengambil alih Greenland, dengan mengatakan bahwa benua itu terlalu lemah untuk menjamin keamanannya.

Bessent hampir menepis ancaman Uni Eropa untuk menghentikan kesepakatan tarif yang dicapai antara Trump dan blok tersebut pada tahun 2025, dan mengatakan kepada NBC News bahwa pemimpin AS tersebut menggunakan pengaruh strategis untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

“Pertama-tama, kesepakatan perdagangan belum difinalisasi, dan tindakan darurat bisa sangat berbeda dari kesepakatan perdagangan lainnya,” kata Bessent pada 18 Januari dalam sebuah wawancara dengan program Meet The Press di NBC.

Sanksi Tarif

Trump “memanfaatkan kekuasaan daruratnya untuk melakukan ini,” tambahnya.

Serangan terbaru pemimpin AS untuk merebut kendali Greenland dari Denmark, sekutu NATO dan anggota Uni Eropa adalah memberlakukan tarif 10 persen pada barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, yang kemudian meningkat menjadi 25 persen pada bulan Juni.

Eskalasi tersebut memicu kemarahan di kalangan pemimpin Uni Eropa dan seruan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengaktifkan alat pembalasan paling ampuh yang dimiliki blok tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.