Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Senat AS Blokir Upaya Batasi Kewenangan Militer Trump di Venezuela

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 06:33 WIB | Oleh:
Senat AS Blokir Upaya Batasi Kewenangan Militer Trump di Venezuela Doc: ANTARA/Xinhua/Liu Jie
Ket. Gedung Putih dan rambu berhenti di Washington, DC, Amerika Serikat.

WASHINGTON - Senat AS pada Rabu memberikan suara 51-50 untuk secara efektif memblokir resolusi bipartisan yang bertujuan membatasi wewenang Presiden Donald Trump dalam menggunakan kekuatan militer di Venezuela, setelah dua senator Partai Republik membelot di bawah tekanan kuat dari Gedung Putih.

Setelah senator Josh Hawley dan Todd Young mengubah sikap mereka dan membuat sidang mengalami kebuntuan (deadlock) dengan suara 50-50, Wakil Presiden AS JD Vance menggunakan hak suara penentu pada sebuah mosi prosedural, menggagalkan langkah yang sedianya akan mewajibkan presiden untuk mendapatkan persetujuan Kongres sebelum mengambil tindakan militer lebih lanjut di negara Amerika Selatan yang kaya minyak tersebut.

Young, yang sempat berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, pada Rabu mengatakan kepada CNN dirinya mendapatkan "kepastian pribadi yang cukup luas" dari pemerintahan Trump mengenai peran AS di Venezuela.

Young mengatakan pihak Gedung Putih akan "menghadap Kongres" dan meminta persetujuan Kongres AS sebelum melakukan "setiap operasi militer besar-besaran di Venezuela," seraya menambahkan Rubio akan memberikan kesaksian di depan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS nanti pada bulan ini, menurut laporan CNN.

Pada hari yang sama, Hawley juga mengatakan Rubio meyakinkannya bahwa tidak akan ada pasukan darat yang dikirim ke Venezuela, dan pemerintah akan meminta persetujuan Kongres jika situasinya berubah.

Resolusi tersebut diajukan setelah operasi militer AS di Venezuela yang mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Pada pekan lalu, Senat AS memutuskan mengesahkan resolusi kewenangan perang dengan suara 52 berbanding 47.

Trump secara terbuka mengkritik lima anggota Partai Republik yang bergabung dengan semua anggota Partai Demokrat untuk mendukung rancangan undang-undang (RUU) tersebut, mengatakan mereka "tidak boleh dipilih lagi."

Menurut laporan The Hill, Presiden Trump juga menelepon masing-masing dari lima senator tersebut untuk meluapkan kekecewaannya atas suara mereka, Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Otomotif
Mau Ikut Lelang Mobil Bekas...
Megapolitan
Musim Kemarau, Petani Cabai...

Gelar Rakernas, INSA Hasilkan Dua Ketetapan Strategis

37 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Gelar Rakernas, INSA Hasilk...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pecah Bintang: Gerbang Menuju Jenderal
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.