Polres Tulungagung Siapkan SPPG untuk Layani 3.000 Orang
📅 Senin, 25 Agu 2025, 01:30 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TULUNGAGUNG – Mempunyai tanggung jawab sekitar 3.000 penerima seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, Polres Tulungagung membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah resmi beroperasi. Ini untuk menyalurkan makanan bergizi gratis (MBG) kepada 3.047 penerima manfaat di Kecamatan Sumbergempol.
Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taat Resdi, Minggu mengatakan, kehadiran SPPG mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya penerima manfaat. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Melalui program ini, kami ingin memastikan anak-anak dan kelompok prioritas mendapatkan asupan gizi cukup sehingga tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan," kata Taat. Ia menambahkan, program MBG diharapkan mampu menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tulungagung.
Dari 3.047 penerima manfaat, 15 merupakan ibu hamil, 26 ibu menyusui, 216 balita, dan 2.790 anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA. Selain aspek kesehatan, SPPG juga melibatkan Primer Koperasi Kepolisian (Primkoppol) dan Koperasi Merah Putih sebagai penyedia bahan baku utama. Mekanisme ini diharapkan memberi dampak positif pada perekonomian lokal.
"Selain menyerap pasokan dari Primkoppol dan Koperasi Merah Putih, kami juga bermitra dengan BUMDes yang menyalurkan hasil Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B)," ujarnya. Menurut Taat, langkah ini membuktikan Polri tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga ikut berperan dalam ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menghadirkan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai Pilot Project Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong yang siap melayani 24 ribu penerima manfaat.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa program MBG merupakan inisiatif besar pemerintah untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi dan stunting, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Disampaikan dia enam SPPG Pilot Project Satgas MBG Gotong Royong tersebut diresmikan secara serentak di Semarang, Jawa Tengah, 22 Agustus, dan tersebar di Semarang, Bekasi, Cirebon, Bandung, Tegal, serta Depok.
“Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, telah menegaskan komitmen negara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program ini. Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin Indonesia terpanggil untuk mengambil peran nyata,” ujar Anindya atau Anin sapaan akrabnya. Anin menambahkan, Kadin Indonesia telah membentuk Satgas MBG Gotong Royong dengan target membangun 1.000 SPPG secara swadaya melalui gotong royong anggota Kadin.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Enam SPPG ini sepenuhnya dibangun melalui dukungan CSR anggota Kadin, dengan total investasi sekitar 20 miliar. Fasilitas ini siap melayani lebih dari 24 ribu penerima manfaat dari kalangan pelajar dan masyarakat sekitar,” kata Anin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!