Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau, Petani Cabai di Lebak Raup Keuntungan Puluhan Juta ‎

8 Minggu, 09 Agu 2026, 13:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Musim Kemarau, Petani Cabai di Lebak Raup Keuntungan Puluhan Juta ‎ Musim Kemarau, Petani Cabai di Lebak Raup Keuntungan Puluhan Juta ‎ Doc: ANTARA
Ket. Pekerja tengah memanen cabai di Kabupaten Lebak, Banten untuk dipasok ke sejumlah pasar tradisional di daerah itu.

LEBAK–Sejumlah petani cabai di Kabupaten Lebak, Banten meraup keuntungan saat musim kemarau panjang, karena harga pasaran relatif baik dan permintaan pasar cukup tinggi.

‎"Kami sudah memanen delapan kali dengan menghasilkan sekitar 1 ton dan harga Rp45.000 per kilogram (kg) maka dikalkulasikan Rp45 juta," kata Musa (55), seorang petani cabai di Blok Sangiang Tanjung Kabupaten Lebak, Minggu (09/8).

‎Pertanian cabai rawit oranye atau cabai setan miliknya seluas 2 500 meter persegi di lahan darat dengan nilai investasi sekitar Rp20 juta dan bisa menghasilkan keuntungan Rp60 juta. ‎Ia mengatakan cabai miliknya itu hingga kini masih menghasilkan panen dan biasanya sampai 15 kali.

‎Menurut dia, usaha pertanian cabai sebagai alternatif menyusul tibanya musim kemarau panjang, sehingga dapat menghasilkan pendapatan ekonomi, terlebih di wilayahnya tidak memiliki sumber air.

‎Para  petani memilih pertanian cabai dengan masa waktu panen selama 90- 100 hari setelah tanam.

‎"Kami sudah biasa jika musim kemarau panjang beralih ke pertanian cabai dibandingkan pertanian padi pangan yang membutuhkan banyak pasokan air," katanya menjelaskan.

‎Roup (50) seorang petani cabai mengaku dirinya mengembangkan cabai merah keriting itu seluas 1.500 meter persegi dan sudah dua kali panen dengan menghasilkan 150 kilogram .

‎Sedangkan, harga cabai merah keriting ditampung Rp50.000 per kg, sehingga dikalkulasikan baru menghasilkan pendapatan Rp7,5 juta.

‎Panen cabai merah keriting dari Jawa Tengah itu usia 85 hari setelah tanam hingga mencapai 120 hari bisa dipanen hingga 10 kali.

‎"Kami memperkirakan pendapatan ekonomi hasil panen cabai bisa mencapai Rp50 juta dengan modal biaya produksi Rp20 juta," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Kepala bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan, para petani di daerah itu jika musim kemarau kebanyakan beralih dari tanaman pangan ke tanaman sayuran, termasuk cabai karena tidak banyak menggunakan pasokan air.

‎"Di musim kemarau para petani memasok sayuran dan cabai hingga puluhan ton ke sejumlah pasar tradisional di Banten dan DKI Jakarta dengan perputaran uang hingga ratusan juta per hari," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...

Persib Sesumbar Akan Tundukkan Java United Malam Ini

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persib Sesumbar Akan Tunduk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.