Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Siswa Keracunan MBG di Mojokerto, Wagub Emil: Semua Biaya Ditanggung Negara

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 19:18 WIB | Oleh:
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Mojokerto, Wagub Emil: Semua Biaya Ditanggung Negara Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jatim
Ket. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Minggu (11/1).

MOJOKERTO - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak memastikan 261 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto yang diduga mengalami keracunan telah mendapatkan penanganan medis, dengan seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah.

"Ini tentu sesuatu yang kita semua memberikan atensi maksimal agar para siswa siswi atau penerima manfaat yang terdampak secara medis bisa mendapatkan penanganan terbaik, yang paling utama semua yang terdampak harus bisa mendapat penanganan medis" kata Wagub Emil Dardak usai meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Minggu.

Ia menekankan pentingnya penelusuran menyeluruh terhadap seluruh faktor yang berpotensi menjadi penyebab kejadian tersebut, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan wadah makanan, hingga sistem distribusinya.

“Kita ingin memperoleh gambaran yang utuh agar ke depan sistem dapat diperbaiki dan diperkuat,” ujarnya.

Ia meminta semua pihak melakukan penelusuran, termasuk dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat diketahui secara jelas penyebab kejadian ini. Secara khusus Emil meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mengawal dan mendampingi proses ini.

"Kita harapkan ini bisa membantu mengerucutkan akar permasalahan," ucapnya.

Ia menegaskan akar permasalahan kejadian ini harus benar-benar dicari dan didapatkan agar menjadi bahan evaluasi dan perubahan yang lebih baik ke depan.

"Pemerintah provinsi dan Pemkab Mojokerto dalam posisi siap berikan dukungan terbaik kepada BGN untuk upaya penyempurnaan yang kita ikhtiarkan bersama-sama," ujarnya.

Wagub Emil juga menyampaikan seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban terdampak akan ditanggung pemerintah. Diketahui para korban banyak yang mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, salah satunya RSUD. Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.

Ia juga mengimbau agar masyarakat yang sebelumnya mendapatkan MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto dan mengalami keluhan mual dan muntah agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma'had An Nur Kutorejo Mojokerto agar mendapatkan perawatan dan penanganan terbaik.

"Kami mengimbau seluas-luasnya dan meminta semua yang merasa ada keluhan mual muntah jangan ada yang ditahan, atau diabaikan atau hanya diobati di rumah saja, mohon segera lapor khawatirnya tidak maksimal perawatannya," ucap Wagub Emil.

Selain ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma'had An Nur, Wagub Emil Dardak juga meninjau dan menjenguk para korban yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.

Sebelumnya ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto mengeluh mual, muntah, demam, dan diare, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.

Diketahui pada Jumat (9/1) para penerima manfaat MBG yang terdampak secara medis ini mengkonsumsi soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Impor Garam Ditargetkan Ber...
Megapolitan
Warga Huntara Senen Nikmati...

Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

Peluncuran program STEM Nasional

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peluncuran program STEM Nas...

Perkembangan IHK periode Agustus 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Perkembangan IHK periode Ag...

Subsidi benih padi 2027

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Subsidi benih padi 2027
Megapolitan
Dugaan pencemaran limbah Po...

Festival Danau Sentani 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival Danau Sentani 2026
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.