Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengaktifkan Kembali Posko Kebencanaan untuk Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengaktifkan Kembali Posko Kebencanaan untuk Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Doc: Antara
Ket. Suasana petugas menerangkan kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Sekatan dengan musim hujan yang mengalami kemunduran dari ayng diperkirakan.

Makassar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk kembali mengaktifkan posko kebencanaan menghadapi perubahan musim dan potensi bencana hidrometeorologi.

"Langkah tersebut perlu dilakukan karena musim kemarau masih berlangsung, sementara musim hujan diprediksi mulai masuk secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan," kata Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo di Makassar, Selasa.

Menurut Amson, hujan diperkirakan mulai turun dalam skala kecil pada Oktober. Sementara musim hujan dengan intensitas yang lebih signifikan diprediksi baru memasuki fase pada November 2026.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena Sulsel saat ini masih menghadapi dampak kekeringan. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana kembali siap menghadapi perubahan cuaca.

Selain mengaktifkan posko kebencanaan, pemerintah juga menggiatkan pompanisasi dan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.

BPBD Sulsel juga membuka koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian dan BMKG, untuk mengantisipasi kondisi kekeringan yang masih berlanjut.

Sementara itu, BBMKG Wilayah IV Makassar memprediksi musim hujan di Sulsel mengalami kemunduran sekitar dua hingga tiga dasarian akibat pengaruh El Nino.

Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil mengatakan, pengaruh El Nino lebih terlihat pada penurunan curah hujan, bukan berarti hujan akan menghilang sepenuhnya di seluruh wilayah Sulsel.

Sejumlah wilayah seperti Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar diperkirakan masih mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Toraja, Luwu, dan Luwu Timur.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah telah memetakan wilayah rawan bencana, menyiapkan sarana dan prasarana penyelamatan serta titik pengungsian, dan mendistribusikan "buffer stock" ke kabupaten/kota.

Sulsel sendiri telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan sejak 14 September 2026. Pengaktifan kembali posko kebencanaan diharapkan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi bencana selama masa peralihan menuju musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.