Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UEA Tuntut Selat Hormuz Tidak Boleh Disandera Konflik

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 23:13 WIB | Oleh:
UEA Tuntut Selat Hormuz Tidak Boleh Disandera Konflik Doc: AFP

ISTANBUL - Uni Emirat Arab menyerukan agar ketegangan mereda di kawasan yang sedang menghadapi perubahan dan perpecahan, serta menekankan bahwa rantai pasokan harus dapat melintasi Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional.

Menteri Negara Uni Emirat Arab Khalifa Shaheen Al Marar menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

"Wilayah ini sedang mengalami transformasi dan perpecahan, dan ketegangan harus dikurangi," kata Al Marar.

Seruan itu dilontarkan Al Marar di tengah perang yang berawal dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran lalu membalas dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan sejumlah lokasi di negara-negara kawasan, termasuk Uni Emirat Arab.

Serangan berikutnya oleh AS terhadap Iran serta perselisihan mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz telah memperumit pembicaraan antara AS dan Iran, meskipun keduanya telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni 2026.

"Negara saya tetap berkomitmen pada sikap moderat, menolak kekerasan dan ekstremisme, serta berinvestasi pada masyarakat dan potensi besar kawasan kami. Kami mengulurkan tangan kepada mitra-mitra di kawasan ini dan di seluruh dunia untuk membangun, bukan menghancurkan, serta untuk mempersatukan masyarakat, bukan memecah belah mereka," kata Al Marar.

Ketahanan Pangan

Sementara itu, Al Marar menambahkan negaranya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Konferensi Air PBB 2026 bersama dengan Senegal, sehingga perlu ada tindakan bersama terkait air, iklim, dan ketahanan pangan.

Dia pun mengundang berbagai negara untuk menghadiri konferensi di Abu Dhabi dan mengatakan Uni Emirat Arab berharap konferensi tersebut dapat mendorong solusi praktis guna memperkuat ketahanan air.

Kemudian, terkait Sudan, Al Marar menyerukan agar perang diakhiri dan mengatakan tidak ada pihak mana pun dalam konflik tersebut yang boleh ikut menentukan masa depan negara itu.

Sudan telah berulang kali menolak perlakuan yang menyamakan tentara nasionalnya dengan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang bersifat paramiliter, dengan alasan RSF harus dilucuti senjatanya.

Pihak berwenang Sudan menuding Uni Emirat Arab mendukung RSF yang telah berulang kali dibantah oleh Abu Dhabi.

Perang antara tentara Sudan dan RSF, yang dimulai sejak April 2023, telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan sekitar 13 juta orang mengungsi, menurut perkiraan PBB dan lembaga internasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
FIFA Tuduh UEFA Lakukan Kam...
Ekonomi
Fiskal Makin Ketat, APBN Di...

AS Batasi Visa Warga dari 4 Negara Amerika Latin

37 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
AS Batasi Visa Warga dari 4...
Luar Negeri
Terusan Panama Naikkan Bata...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.