Kamboja Alami Tren Penurunan Korban Ranjau Darat
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 23:54 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
PHNOM PENH - Kamboja melaporkan total 39 korban jiwa akibat ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak masa perang (ERW) pada 2025, turun 20 persen dari 49 korban pada tahun sebelumnya, kata Juru Bicara Otoritas Bantuan Korban dan Aksi Ranjau Kamboja (CMAA) Lang Kosal, Kamis (8/1).
"Sebelas orang tewas, 23 orang terluka, dan lima orang diamputasi akibat ledakan ranjau darat dan ERW tahun lalu," ujar Kosal kepada Xinhua.
Dia mengatakan bahwa para korban terdiri dari 27 pria, enam anak laki-laki, empat wanita, dan dua anak perempuan.
Menurut Kosal, sejak 1979 hingga 2025, ledakan ranjau darat dan ERW telah merenggut 19.845 korban jiwa dan melukai atau menyebabkan diamputasinya 45.280 orang lainnya.
Kamboja merupakan salah satu negara yang paling parah terdampak ranjau darat dan ERW. Diperkirakan 4-6 juta ranjau darat dan amunisi lainnya merupakan peninggalan dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada 1998.
Sebaiknya Anda baca juga:
Negara Asia Tenggara itu berkomitmen membersihkan semua jenis ranjau darat dan ERW pada 2030 mendatang. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!