Jepang Tegaskan Pentingnya Kerja Sama dengan AS dan Korsel
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim PenulisSEOUL – Jepang pada hari Selasa (18/8) menggarisbawahi pentingnya kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel), setelah Presiden Donald Trump membuat sekutu di Asia khawatir dengan mengurangi latihan militer bersama Seoul sambil memuji hubungannya dengan Pyongyang.
Pada Minggu (16/8) lalu, Presiden Trump tiba-tiba mengumumkan bahwa dia telah memerintahkan Pentagon untuk mengurangi latihan militer dengan Korsel yang tidak pantas dan bermusuhan, sehari sebelum latihan tahunan Ulchi Freedom Shield dimulai.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, dalam kunjungannya ke Australia, mendukung kerja sama keamanan dengan pendukung pertahanan utama yaitu AS dan negara tetangganya, Korsel.
"Karena Jepang menghadapi lingkungan keamanan yang paling berat dan rumit di era pasca-perang, kerja sama antara Jepang, AS, dan Korsel, sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Menhan Koizumi kepada wartawan.
Pada Senin (17/8), Presiden Trump menegaskan bahwa ia membuat situasi jauh lebih aman melalui hubungannya dengan Kim Jong-un dari Korea Utara (Korut), yang telah ia temui tiga kali pada masa jabatan pertamanya tetapi belum pernah bertemu lagi sejak kembali ke Gedung Putih.
Sembari memuji pemimpin Korut, Presiden Trump menegur sekutu utamanya, Seoul, karena gagal membantu Washington DC melawan Iran, sebuah perang yang menurut Trump bertujuan untuk menghentikan Teheran mendapatkan bom atom.
Ketika ditanya apakah Kim Jong-un telah membalas pesan-pesannya, Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval: "Ya, dia sudah membalas."
Trump menambahkan bahwa percakapan dengan Kim Jong-un tersebut sangat positif, tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut. Kemudian dia mengatakan bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un telah mengurangi ketegangan.
"Kim Jong-un selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat. Saya memahaminya dan dia memahami saya," kata Trump.
Kementerian Unifikasi Seoul, yang bertanggung jawab atas hubungan dengan Korut, mengatakan bahwa mereka tidak dapat memverifikasi isi spesifik dari percakapan antara Washington DC dan Pyongyang.
Pertanyakan Dukungan
Latihan militer Ulchi Freedom Shield selama 11 hari antara AS bersama Korsel dirancang untuk mempersiapkan kemungkinan perang dengan Korut, yang mengecam latihan tersebut sebagai gladi bersih untuk invasi.
Para pejabat Korsel mengatakan latihan militer telah dimulai sesuai rencana dan mereka berharap kedekatan pribadi antara Trump dan Kim Jong-un akan membawa mereka kembali ke meja perundingan.
Kantor Kepresidenan Korsel mengatakan pada Selasa bahwa latihan tersebut tidak mencerminkan niat apa pun untuk menyerang Korut atau meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!