Suriah Sulap Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
📅 Senin, 10 Agu 2026, 19:59 WIB | Oleh: Deri HenriawanDAMASKUS - Suriah dan Russia telah mencapai nota kesepahaman (MoU) mengenai masa depan kehadiran militer Russia di pangkalan udara Hmeimim dan fasilitas angkatan laut Tartous, menyusul negosiasi intensif selama sekitar 18 bulan.
Perihal itu disampaikan oleh pihak berwenang Suriah pada Minggu (9/8).
Berdasarkan MoU tersebut, Suriah akan mengambil alih pengelolaan fasilitas-fasilitas untuk keperluan sipil, terutama Pangkalan Udara Hmeimim dan dermaga komersial keempat di Pelabuhan Tartous, serta secara bertahap memasukkannya ke dalam administrasi sipil, seperti dilansir kantor berita negara Suriah, SANA, mengutip Departemen Media dan Komunikasi di bawah otoritas urusan luar negeri Suriah.
Kedua negara sepakat bahwa pangkalan militer dan fasilitas militer lainnya akan didefinisikan ulang sebagai pusat pelatihan dan kualifikasi bersama di bawah pengaturan baru yang bertujuan untuk melindungi kepentingan bersama, lapor SANA.
MoU tersebut menetapkan jangka waktu tidak lebih dari tiga bulan untuk menyelesaikan transisi, setelah itu pengaturan baru tersebut akan mulai berlaku seperti dilansir kantor berita tersebut.
Russia telah mempertahankan kehadiran militernya di Suriah selama bertahun-tahun, dengan pangkalan udara Hmeimim di Provinsi Latakia dan fasilitas angkatan laut di Tartous berfungsi sebagai dua instalasi militer utamanya di negara tersebut. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!