Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Hanya 40% Faskes di Dunia yang Penuhi Standar Sanitasi Dasar

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 02:15 WIB | Oleh:
PBB: Hanya 40% Faskes di Dunia yang Penuhi Standar Sanitasi Dasar Doc: AFP/PATRICK SIEBER

JENEWA - Hanya empat dari 10 fasilitas perawatan kesehatan di seluruh dunia yang memenuhi standar sanitasi dasar untuk toilet yang mudah diakses dan digunakan, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (18/8), sementara 11 persen tidak memiliki layanan sanitasi sama sekali.

“Dalam sebuah laporan, badan kesehatan dan anak-anak PBB menyatakan bahwa hanya 40 persen fasilitas perawatan kesehatan pada tahun 2025 yang memiliki toilet yang memenuhi kebutuhan pasien dan staf secara memadai, termasuk orang-orang dengan keterbatasan mobilitas,” lapor kantor berita AFP.

Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF ini untuk pertama kalinya memberikan perkiraan global tentang layanan sanitasi dasar di lingkungan layanan kesehatan.

Estimasi tahun 2025 menemukan kesenjangan signifikan dalam akses terhadap standar sanitasi dasar, yang menurut mereka membutuhkan fasilitas yang layak pakai termasuk setidaknya satu toilet khusus untuk staf, setidaknya satu toilet terpisah berdasarkan jenis kelamin dengan fasilitas kebersihan menstruasi, dan setidaknya satu toilet yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas.

Berdasarkan data dari 70 negara, laporan tersebut menunjukkan bahwa tingkat sanitasi di fasilitas kesehatan sangat bervariasi antar wilayah, dengan hanya 23 persen fasilitas di Afrika sub-Sahara yang menyediakan layanan dasar, dibandingkan dengan 55 persen di Asia tengah dan selatan.

Hasil penelitian tersebut juga menemukan bahwa lebih dari satu dari 10 fasilitas kesehatan di seluruh dunia, yang melayani 936 juta orang, tidak memiliki layanan sanitasi.

Selain sanitasi, laporan tersebut memperkirakan akses terhadap air, kebersihan, pembersihan lingkungan, dan pengelolaan limbah di fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperkirakan 85 persen fasilitas pada tahun 2025 memiliki layanan air dasar, 72 persen memiliki layanan kebersihan dasar, dan 71 persen memiliki layanan pengelolaan limbah perawatan kesehatan dasar.

Sementara itu, hanya 59 persen fasilitas yang memenuhi standar kebersihan lingkungan dasar, yang mensyaratkan protokol kebersihan dan staf kebersihan terlatih, serta merupakan inti dari pencegahan dan pengendalian infeksi.

“Sebanyak 18 persen dari fasilitas yang melayani sekitar 1,5 miliar orang, tidak memenuhi salah satu pun dari persyaratan kebersihan lingkungan,” kata laporan tersebut, yang untuk kategori ini mengandalkan data dari 54 negara.

Situasinya sangat buruk, terutama di negara-negara miskin karena standar kebersihan lingkungan hanya dipenuhi oleh 24 persen fasilitas di negara-negara termiskin di dunia. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Bulu Tangkis Beregu Putra-putri ke Semifinal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Beregu Putra-p...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.