Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Air Makin Langka, Inggris Resmi Batasi Penggunaan Warga

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 20:21 WIB | Oleh:
Air Makin Langka, Inggris Resmi Batasi Penggunaan Warga Doc: Istimewa

LONDON - Pemerintah Inggris tengah mempersiapkan kemungkinan penerapan pembatasan penggunaan air yang lebih ketat di tengah memburuknya kondisi kekeringan, yang bahkan bisa memengaruhi sejumlah usaha seperti jasa pencucian mobil, pembersihan jendela, hingga kolam renang pribadi, demikian laporan media setempat.

Perencana di pemerintahan telah memberi tahu para menteri bahwa pembatasan dapat diperluas seiring semakin umumnya penerapan larangan penggunaan air untuk keperluan non-esensial (NEUB), menurut laporan surat kabar The Times, Senin (17/8).

Pembatasan tersebut harus diajukan oleh perusahaan air dan mendapat persetujuan menteri. Kebijakan itu juga dapat mencakup bagi lapangan olahraga dengan sejumlah fasilitas di antaranya mungkin mendapatkan pengecualian dari pemerintah.

Hingga pekan lalu, hampir 26 juta orang telah dikenai aturan pembatasan penggunaan selang air, yang berarti melarang mereka menggunakan selang untuk menyiram tanaman atau taman di rumah maupun di area nonkomersial.

"Sebagaimana layaknya pemerintah yang bertanggung jawab, kami mempersiapkan berbagai skenario dan bekerja sama dengan Kelompok Penanganan Kekeringan Nasional untuk membantu menjaga pasokan air," kata juru bicara pemerintah kepada The Times.

Dia mengatakan pemerintah berharap perusahaan air dapat menjalankan rencana penanganan kekeringan yang telah ditetapkan, serta melakukan langkah lebih jauh dan lebih cepat untuk mengurangi kebocoran.

Menurut laporan tersebut, sejauh ini baru satu permohonan NEUB yang diajukan, yaitu oleh Southern Water, perusahaan yang melayani wilayah East Sussex, West Sussex, Kent, Hampshire, dan Isle of Wight.

Hingga 15 Juli 2026, Inggris telah mencatat jumlah hari dengan suhu di atas 30 derajat Celsius yang lebih banyak dibandingkan total hari dengan suhu serupa sepanjang 1976, tahun yang dikenal karena gelombang panas yang berkepanjangan.

Berdasarkan data pemerintah, hingga Senin (17/8), 71 persen wilayah Inggris mengalami kekeringan. Pada akhir Juli, status kekeringan juga ditetapkan di seluruh wilayah Wales, yang saat itu sedang menuju rekor bulan Juli terkering dalam 190 tahun terakhir.

Pekan lalu, PM Inggris Andy Burnham juga memperingatkan bahwa Inggris berada dalam kondisi sangat rawan kebakaran saat dia mengunjungi Stourbridge di West Midlands, tempat petugas pemadam kebakaran sedang berjuang memadamkan kebakaran hutan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.