Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Kekurangan Petugas Fasilitas Penyandang Disabilitas

📅 Senin, 29 Des 2025, 21:38 WIB | Oleh:
Jepang Kekurangan Petugas Fasilitas Penyandang Disabilitas Doc: AFP/PHILIP FONG

TOKYO - Survei terbaru yang dilakukan oleh Kyosaren, sebuah kelompok pendukung penyandang disabilitas di Jepang, menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen fasilitas bagi penyandang disabilitas di negara tersebut mengalami kekurangan tenaga kerja.

Kondisi itu terutama disebabkan oleh upah yang lebih rendah dibandingkan dengan industri lain, menurut Kyosaren.

Dari 3.142 fasilitas yang disurvei pada periode Agustus hingga Oktober, sebanyak 84,2 persen menyatakan menghadapi kekurangan staf, mulai dari tingkat parah hingga ringan.

Banyak di antaranya menyebut peningkatan beban kerja dan penurunan kualitas layanan sebagai dampak dari kondisi tersebut, ungkap Kyosaren.

Terkait alasan kesulitan memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan, 81,9 persen responden menunjuk upah yang lebih rendah dibandingkan industri lain, sementara 59,1 persen menyatakan tidak tersedia cukup kandidat dengan keterampilan atau kualifikasi yang diperlukan.

Dalam survei tersebut, sejumlah fasilitas layanan disabilitas mengatakan bahwa mereka kesulitan menerima individu dengan disabilitas berat yang membutuhkan bantuan secara individual. Beberapa penyedia layanan berskala kecil juga menyebutkan keterbatasan sumber daya keuangan untuk merekrut staf, papar Kyosaren.

Kyosaren menyerukan peningkatan pendanaan pemerintah bagi fasilitas yang menyediakan layanan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas, meskipun kementerian kesejahteraan menyatakan bahwa anggaran negara untuk layanan tersebut telah meningkat hingga empat kali lipat selama 19 tahun terakhir.

Hiroshi Ono, direktur eksekutif Kyosaren, mengatakan, “Kami menerima banyak keluhan dari berbagai fasilitas. Pihak yang paling terdampak oleh memburuknya layanan adalah para pengguna.”

Pengeluaran publik Jepang untuk penyandang disabilitas sebagai persentase dari produk domestik bruto tergolong rendah, yakni antara 0,7 persen hingga 1,2 persen, dibandingkan dengan rata-rata sekitar 2,0 persen di antara negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

“Untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan penyandang disabilitas di Jepang, sangat penting memastikan pengoperasian fasilitas kesejahteraan yang stabil dan mampu memberikan dukungan yang diperlukan serta memadai bagi penyandang disabilitas,” katanya. Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.