IPO Belum Kehabisan Peminat, OJK Catat Belasan Perusahaan Siap Go Public
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menjaga animo penawaran umum perdana saham (IPO) menjadi penting untuk memastikan pasar modal tetap menjadi sumber pendanaan yang menarik bagi perusahaan.
Tingginya minat terhadap IPO mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis emiten maupun kondisi pasar secara keseluruhan.
Di tengah volatilitas pasar, stabilitas ekonomi, kepastian regulasi, dan likuiditas yang memadai menjadi faktor utama dalam menjaga minat perusahaan untuk melantai di bursa serta menarik partisipasi investor.
Dengan ekosistem pasar modal yang sehat, IPO dapat terus menjadi pendorong pertumbuhan investasi dan ekspansi dunia usaha.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang animo perusahaan untuk melakukan initial public offering (IPO) di pasar modal tetap terjaga, dengan 15 perusahaan masuk dalam antrean (pipeline) hingga akhir Mei 2026 dengan nilai indikatif Rp3,67 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat melangsungkan IPO pada tahun ini setelah mengajukan permohonan pernyataan pendaftaran.
“Ke depan, kita harapkan akan kembali mengundang minat perusahaan untuk melakukan penghimpunan modal melalui proses IPO yang kita harapkan dari waktu ke waktu akan mengalami peningkatan dan pertumbuhan kembali,” kata Hasan dalam konferensi pers hasil RDKB Mei 2026 di Jakarta, Jumat (5/6).
Ia menjelaskan bahwa secara umum, OJK tetap aktif melakukan berbagai upaya untuk mendorong minat perusahaan memanfaatkan pasar modal melalui penawaran umum perdana (IPO), yang dapat menjadi alternatif pendanaan jangka panjang bagi kegiatan usaha perusahaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Hasan, OJK secara rutin menyelenggarakan program sosialisasi dan edukasi kepada calon emiten dari berbagai daerah, sektor, dan skala usaha, termasuk perusahaan menengah serta perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui program sosialisasi, coaching clinic, dan forum diskusi bersama pelaku pasar guna memberikan pemahaman mengenai manfaat IPO, mekanisme dan teknis pencatatan saham, serta berbagai persiapan yang diperlukan untuk menjadi perusahaan terbuka.
Hasan menambahkan, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menjalankan program pengembangan finansial daerah menuju IPO melalui coaching clinic yang melibatkan profesi penunjang pasar modal.
Program tersebut bertujuan membantu perusahaan yang menghadapi hambatan dalam proses IPO sekaligus meningkatkan kesiapan dari aspek tata kelola, pelaporan keuangan, struktur organisasi, dan kepatuhan lainnya yang menjadi persyaratan utama sebelum perusahaan dapat melakukan penawaran saham melalui IPO.
Selain itu, OJK saat ini juga tengah melakukan kajian terhadap regulasi penawaran umum, termasuk penyederhanaan dokumen penawaran umum. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses penawaran umum tanpa mengurangi kualitas perusahaan tercatat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!