Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana Masyarakat Aman, OJK Bantah Ada Ancaman Penarikan Massal di Bank

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dana Masyarakat Aman, OJK Bantah Ada Ancaman Penarikan Massal di Bank Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Ilustrasi - Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta.

JAKARTA – Di tengah tekanan terhadap rupiah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kondisi perbankan nasional masih berada dalam situasi yang terkendali.

Tidak adanya indikasi penarikan dana besar-besaran menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku pasar masih memiliki keyakinan terhadap stabilitas sistem keuangan, didukung oleh kondisi ekonomi dan keamanan yang dinilai tetap stabil.

“Bank rush pada umumnya diakibatkan oleh isu kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Sehingga upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat itu harus senantiasa dilakukan oleh manajemen bank,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers hasil RDKB Mei 2026 di Jakarta, Jumat (5/6).

Ia menambahkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dapat dijaga melalui upaya menjaga kinerja bank tetap baik, implementasi prudential banking atau prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bank, serta pelaksanaan manajemen risiko secara aktif dalam setiap lini bisnis.

Dian mengatakan bahwa OJK menyadari, secara teoritis pelemahan nilai tukar rupiah dapat berdampak pada kenaikan harga barang impor (imported inflation), menurunkan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga barang, serta membebani fiskal karena subsidi pemerintah masih cukup besar.

Di sisi lain, menurutnya, pelemahan nilai tukar dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global serta membuat Indonesia relatif lebih menarik bagi wisatawan mancanegara.

“Oleh karena itu, kami senantiasa melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terkait pergerakan nilai tukar dan dampaknya terhadap perbankan,” kata Dian.

Pada April 2026, rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan tercatat sebesar 1,63 persen dengan posisi long atau aset valuta asing (valas) lebih besar dibandingkan kewajiban valas. Hal ini, ujar Dian, menunjukkan bahwa eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar relatif terjaga dan terkendali.

“Dengan demikian, dampak immediate dari pelemahan rupiah terhadap stabilitas perbankan itu relatif masih terbatas,” kata dia.

Namun demikian, Dian mengatakan pelemahan rupiah yang berlanjut akan berdampak pada debitur yang memiliki eksposur rentan terhadap pergerakan valas. Hal ini pada akhirnya dapat menekan kemampuan bayar debitur dan meningkatkan risiko kredit.

Dalam kondisi tersebut, OJK terus meminta perbankan untuk memastikan kecukupan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) serta ketahanan permodalan yang kuat.

Guna memastikan perbankan di Indonesia telah mengukur dan mengendalikan berbagai risiko, OJK secara berkelanjutan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan risiko dan meminta perbankan untuk senantiasa melaksanakan pengelolaan risiko secara menyeluruh.

Untuk mengukur ketahanan perbankan dalam menghadapi berbagai potensi shock makroekonomi, OJK juga secara rutin terus melakukan stress test. Berdasarkan hasil stress test, sektor perbankan dinilai masih mampu untuk menghadapi potensi tekanan yang timbul dari pelemahan rupiah.

Per April 2026, indikator permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan setelah memperhitungkan pembagian dividen tercatat sebesar 23,97 persen. Hal ini menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.