Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Sulit Jinak, CORE Soroti Masalah Cuaca dan Distribusi

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Cabai Sulit Jinak, CORE Soroti Masalah Cuaca dan Distribusi Doc: ANTARA/ HO-Bapanas
Ket. Dokumentasi - Sejumlah komoditas cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan cabai hijau keriting.

JAKARTA – Fluktuasi harga cabai mencerminkan tingginya sensitivitas komoditas hortikultura terhadap perubahan pasokan dan distribusi.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi daya beli konsumen, tetapi juga menjadi salah satu kontributor inflasi pangan.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai fluktuasi harga cabai dalam beberapa hari terakhir dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan membengkaknya biaya logistik distribusi hortikultura.

Ia mengatakan curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi utama menyebabkan kelembapan meningkat sehingga memicu serangan hama dan penyakit tanaman.

“Kenaikan harga cabai utamanya dipicu oleh anomali cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi di berbagai wilayah sentra produksi utama,” kata Eliza di Jakarta, Jumat (5/6).

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan pembusukan tanaman sehingga volume dan kualitas hasil panen menurun tajam di tingkat petani.

Selain gangguan produksi, tekanan harga juga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.

“Kelangkaan pasokan ini kian diperparah oleh lonjakan permintaan masyarakat yang sangat tinggi untuk persiapan Idul Adha,” ujarnya.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan rata-rata harga cabai rawit merah sempat menembus Rp84.400 per kilogram (kg) pada Kamis (4/6) sebelum kembali turun ke kisaran Rp68.000 per kg pada Jumat.

Menurut Eliza, perubahan harga yang cepat tersebut mencerminkan tingginya sensitivitas komoditas hortikultura terhadap cuaca, distribusi, dan kondisi pasokan pasar.

Ia mengatakan persoalan distribusi turut memperbesar tekanan harga di tingkat konsumen meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tingginya kadar air membuat cabai menjadi lebih rentan membusuk selama pengiriman sehingga agen angkutan menaikkan tarif untuk menutup risiko penyusutan muatan.

Selain itu, lonjakan tarif sewa armada borongan menjelang hari besar serta kenaikan biaya operasional non-BBM seperti tarif tol dan suku cadang ikut meningkatkan biaya distribusi.

“Biaya logistik dan distribusi ke pasar induk ikut membengkak meskipun harga BBM solar bersubsidi tidak mengalami kenaikan,” ungkap Eliza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Indonesia Dorong ACAFTA Buk...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.