Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom Ingatkan: Kopdes Harus Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Program

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 19:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonom Ingatkan: Kopdes Harus Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Program Doc: ANTARA/ Azmi Samsul M.
Ket. Ilustrasi - Koperasi Desa Merah Putih.

JAKARTA – Dampak ekonomi dari program Koperasi Desa Merah Putih perlu dapat diukur secara jelas agar efektivitas dan keberlanjutannya dapat dievaluasi secara objektif.

Pengukuran tersebut mencakup peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, akses pembiayaan bagi pelaku usaha desa, hingga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan indikator yang terukur, pemerintah dapat memastikan bahwa koperasi tidak hanya menjadi program administratif, tetapi benar-benar mampu memperkuat aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa.

Transparansi hasil dan evaluasi berkala juga penting untuk meningkatkan akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai keberhasilan program Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes) Merah Putih harus diukur dari dampaknya terhadap perekonomian desa, bukan semata-mata dari jumlah koperasi yang telah beroperasi.

Menurut dia, banyaknya koperasi yang beroperasi pada tahap awal hanya menunjukkan keberadaan organisasi, tapi belum mencerminkan kualitas aktivitas ekonomi yang dijalankan maupun manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

"Jumlah koperasi yang beroperasi bukan ukuran yang paling tepat pada tahap awal karena hanya menunjukkan keberadaan organisasi, bukan kualitas aktivitas ekonominya," kata dia di Jakarta, Jumat (5/6).

Yusuf menambahkan nilai transaksi koperasi juga belum cukup menjadi indikator keberhasilan tanpa memperhatikan keberlanjutan aktivitas usaha yang dijalankan.

Ia menjelaskan terdapat sejumlah indikator yang lebih relevan untuk mengukur keberhasilan koperasi, salah satunya adalah dampak terhadap perekonomian desa secara keseluruhan.

Menurut dia, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya pertumbuhan koperasi itu sendiri, melainkan apakah pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai tambah baru bagi perekonomian desa.

“Atau justru menggeser usaha mikro yang selama ini sudah berjalan," ucap Yusuf.

Ia mengingatkan apabila koperasi berkembang dengan mengorbankan pelaku usaha lokal yang telah lebih dulu beroperasi, maka yang terjadi sebenarnya hanya perpindahan aktivitas ekonomi, bukan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain dampak terhadap ekonomi desa, ia menyebut tingkat keaktifan anggota juga menjadi indikator penting. Keberhasilan koperasi dapat dilihat dari seberapa banyak warga yang benar-benar memanfaatkan layanan koperasi secara berulang dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Indikator lainnya adalah kesehatan arus kas operasional. Menurut Yusuf, koperasi yang sehat harus mampu membiayai kegiatan usahanya secara mandiri tanpa terus bergantung pada subsidi atau dukungan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Perusahaan Kanada Ramai-Ram...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.