Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa Kedokteran UNNES Belajar Riset Herbal

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Mahasiswa Kedokteran UNNES Belajar Riset Herbal Doc: koran jakarta/henry pelupessy
Ket. Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk,cIrwan Hidayat berfoto bersama dosen dan mahasiswa Kedokteran UNNES, saat kunjungan ke Pabrik Sido Muncul, di Bergas, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

UNGARAN – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES)⁠ mendapat kesempatan melihat langsung proses pengembangan produk herbal modern di pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk⁠, Bergas, Ungaran, Kabupaten Semarang, kemarin. 

Dalam kunjungan tersebut, mereka berdialog langsung dengan Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, mengenai riset herbal hingga inovasi produk kesehatan berbasis tanaman obat.

Dalam paparannya, Irwan Hidayat menegaskan pentingnya pembuktian ilmiah terhadap produk herbal agar dapat diterima masyarakat luas maupun kalangan medis. Menurutnya, pengembangan herbal modern harus berjalan berdampingan dengan penelitian yang terukur.

“Sebagai perusahaan jamu, kami ingin punya bukti-bukti ilmiah. Tujuannya bukan hanya menjual produk, tetapi membantu masyarakat dan membuat dokter maupun konsumen yakin terhadap manfaat herbal,” katanya.

Ia menjelaskan, Sido Muncul⁠ saat ini terus mengembangkan penelitian terhadap berbagai tanaman herbal Indonesia seperti sambiloto dan daun salam. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yang lebih efektif agar proses pengembangan produk bisa berlangsung lebih cepat.

Menurut Irwan, inovasi metode penelitian diperlukan karena riset konvensional membutuhkan waktu panjang dan biaya besar. Karena itu, perusahaan mencoba mencari pola penelitian yang tetap sesuai aturan namun lebih efisien.

“Kami mencoba melakukan jalan pintas penelitian yang tetap sesuai aturan. Dengan begitu, kami bisa lebih cepat mengetahui apakah suatu produk memiliki manfaat atau tidak,” ujarnya.

Di hadapan mahasiswa, Irwan juga menceritakan pengalaman pribadinya saat mengalami penurunan trombosit akibat penyakit yang pernah dideritanya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik mempelajari manfaat tanaman herbal untuk membantu proses pemulihan kesehatan.

Ia mengaku pernah mengonsumsi air rebusan daun pepaya sebagai pendamping pengobatan medis yang dijalaninya. Dari situ, ia semakin yakin bahwa pengobatan herbal memiliki potensi besar jika terus diteliti secara ilmiah.

“Pengalaman pribadi itu membuat saya percaya bahwa herbal perlu terus diteliti secara ilmiah supaya manfaatnya benar-benar terbukti,” jelasnya.

Kunjungan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNNES itu juga menjadi sarana pengenalan industri jamu modern kepada calon dokter. Selain berdialog, peserta diajak melihat langsung proses produksi dan pengolahan herbal di kawasan pabrik Bergas.

Irwan berharap, kolaborasi antara industri herbal dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Ia menilai keterlibatan mahasiswa kedokteran penting untuk mendukung pengembangan riset tanaman obat Indonesia di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Buruan War Tiket Kereta Api...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.