Realisasi Penerimaan Pajak Belum Sesuai Harapan, Tantangan Fiskal Pemerintah Kian Berat di Semester II
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 19:55 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Realisasi penerimaan pajak dalam lima bulan pertama tahun ini sedikit seret. Meskipun tumbuh dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy), realisasi penerimaan pajak hingga Mei masih di bawah level ideal.
Hingga 31 Mei 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp683,3 triliun.
Dengan begitu realisasi penerimaan pajak per 31 Mei lalu mencapai 35,39 persen dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
Capaian ini mengisyaratkan bahwa laju penerimaan masih belum cukup kuat untuk memenuhi ekspektasi fiskal pemerintah.
Padahal, penerimaan pajak dalam lima bulan idealnya sekitar 42 persen. Posisi realisasi yang berada di bawah level ideal menimbulkan tantangan bagi pengelolaan APBN pada paruh kedua tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan untuk mengoptimalkan penerimaan dari sektor-sektor potensial sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar basis pajak tidak melemah.
Jika tren ini berlanjut, pemerintah perlu bekerja lebih keras mengejar target penerimaan tanpa mengorbankan iklim usaha dan daya saing ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penerimaan pajak menunjukkan kinerja positif per 31 Mei 2026, dengan nilai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp683,3 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tahun lalu pertumbuhan pajaknya negatif, sekarang positif,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6).
Secara komponen, hampir seluruh komponen pajak mengalami pertumbuhan positif.
Penerimaan pajak penghasilan (PPh) badan dan deposit PPh badan terealisasi sebesar Rp167,6 triliun atau tumbuh 23,9 persen.
Kemudian, PPh orang pribadi dan PPh 21 tercatat sebesar Rp123,1 triliun atau tumbuh 26 persen.
Sementara PPh final, PPh 22, dan PPh 26 terhimpun Rp138,7 triliun atau tumbuh 5,2 persen.
Pajak penghasilan atas badan dan orang pribadi yang tumbuh signifikan disebut mencerminkan realitas penghasilan yang tumbuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!