Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Dibawah Bayang-bayang Perang, PBB Ingatkan Thailand-Kamboja Hindari Eskalasi

📅 Selasa, 09 Des 2025, 15:17 WIB | Oleh:
Asean Dibawah Bayang-bayang Perang, PBB Ingatkan Thailand-Kamboja Hindari Eskalasi Doc: AFP/TANG CHHIN SOTHY
Ket. Seorang tentara Kamboja berdiri di atas truk yang membawa peluncur roket BM-21 buatan Rusia yang sedang melaju di sepanjang jalan di Provinsi Oddar Meanchey.

HAMILTON - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (8/12) menyampaikan kekhawatiran mengenai bentrokan senjata yang kembali terjadi antara Thailand dengan Kamboja dan mendesak kedua pemerintah untuk menahan diri agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut.

"Sekjen menyampaikan keprihatinan usai mendengar laporan mengenai bentrokan terbaru antara Kamboja dengan Thailand, terutama tentang serangan udara dan mobilisasi alat berat di wilayah perbatasan. Dia mendesak kedua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi," ujar Juru bicara Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertikaian di wilayah perbatasan kedua negara telah menyebabkan korban jiwa warga sipil, kerusakan infrastruktur sipil, dan pengungsian di wilayah itu.

Guterres menegaskan agar kedua pemerintahan melindungi warga sipil dan memberikan bantuan kemanusiaan jika situasi memburuk.

Mengulangi seruannya untuk de-eskalasi, Guterres mendesak Kamboja dan Thailand untuk kembali ke kerangka Deklarasi Bersama yang ditandatangani di Kuala Lumpur pada 26 Oktober.

Dia meminta kedua negara kembali berkomitmen kepada gencatan senjata dan menerapkan langkah-langkah de-eskalasi serta membangun kepercayaan," menekankan dialog sebagai mekanisme mencapai resolusi damai.

"PBB siap mendukung semua upaya yang bertujuan untuk memajukan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan ini," tambahnya.

Ketegangan antara kedua negara tetangga itu meningkat bulan lalu menyusul penangguhan pakta perdamaian antara kedua belah pihak oleh Thailand setelah empat tentara Thailand terluka dalam ledakan ranjau darat di provinsi perbatasan Si Sa Ket.

Kedua negara telah menandatangani perjanjian damai di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur pada bulan Oktober.

Pada awal Juli, mereka menyepakati gencatan senjata tanpa syarat dalam pertemuan trilateral yang diselenggarakan oleh Anwar setelah permusuhan yang berlangsung berminggu-minggu. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.