Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Ketergantungan Bibit Unggas, Pemprov Jabar Salurkan Mesin Tetas dan Ayam Petelur.

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 22:46 WIB | Oleh:
Atasi Ketergantungan Bibit Unggas, Pemprov Jabar Salurkan Mesin Tetas dan Ayam Petelur. Doc: Antara Foto
Ket. Salah satu kandang peternak ayam petelur di Kelompok Ternak Sauyunan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mengatasi ketergantungan pasokan bibit unggas dari luar daerah dengan menyalurkan bantuan berupa mesin tetas telur dan ratusan ayam petelur, kepada kelompok peternak rakyat di Kabupaten Bandung Barat.

Melalui UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas (BPPTU) Jatiwangi, Pemprov Jabar menyalurkan mesin penetas telur berkapasitas total 2.000 butir disertai pakan, obat-obatan dan ratusan ekor ayam petelur siap produksi untuk Kelompok Peternak Sauyunan.

Kepala UPTD BPPTU Jatiwangi Ahmad Gufron di Bandung, Selasa, merinci paket bantuan teknis tersebut terdiri dari 195 ekor ayam pullet (ayam petelur siap bertelur), 1,4 ton pakan ternak, paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK), serta satu unit mesin tetas setter kapasitas 1.500 butir dan satu unit mesin tetas hatcher kapasitas 500 butir.

"Langkah strategis ini tidak sekadar ditujukan untuk menambah populasi ternak, melainkan untuk membangun sistem usaha peternakan yang mandiri dan produktif," ujar Ahmad Gufron.

Ahmad menjelaskan bahwa keberadaan mesin penetas setter dan hatcher di tingkat kelompok merupakan kunci transformasi ekonomi perdesaan, sehingga peternak kecil tidak lagi hanya menjual telur konsumsi, melainkan mampu memproduksi bibit unggas (day old chick/DOC) secara mandiri dan terencana.

Inovasi pembibitan tingkat lokal ini dinilai vital untuk menekan biaya operasional peternak, memangkas rantai pasok, serta menjamin ketersediaan protein hewani murah bagi masyarakat dalam rangka mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan tengkes (stunting).

Untuk menjamin keberlanjutan investasi teknologi tersebut, Pemprov Jabar menyiagakan pendampingan teknis berkala yang mencakup manajemen biosekuriti, pencatatan keuangan usaha, hingga akses jaringan pemasaran dari hulu ke hilir.

"Peningkatan kapasitas produksi telur lokal ini diyakini akan berkontribusi langsung pada pemenuhan gizi masyarakat dan pembentukan sistem rantai pasok pangan yang lebih tangguh," kata Ahmad menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Pawai Khitong Jadi Magnet B...
Ekonomi
Kementerian UMKM Dorong Pro...
Daerah
Kadin Kota Jayapura Buka Pe...
Advertisement
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.