Dieng Culture Festival 2026, Spirit of Harmony Jadi Magnet Wisata
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim PenulisSEMARANG – Agenda rutin Dieng Culture Festival (DCF) memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan pariwisata berkelanjutan.
Konsistensi penyelenggaraan dapat memperkuat branding Dieng, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta membuka peluang bagi UMKM, pelaku seni, homestay, dan usaha jasa wisata.
Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan kunjungan tetap diimbangi dengan pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, dan kapasitas destinasi agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan daya tarik Dieng dalam jangka panjang.
Pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di kawasan Candi Dieng, Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 28-30 Agustus 2026 mengusung tema "Spirit of Harmony".
Ketua Pelaksana DCF 2026 Alif Faozi, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/8), mengatakan tema tersebut dipilih sebagai bentuk semangat keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan manusia lainnya, serta manusia dengan alam.
Sebaiknya Anda baca juga:
DCF yang ke-16 tersebut juga akan memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk menikmati produk-produk budaya khas Dieng dan sekitarnya.
Ia menjelaskan ajang yang lahir dari, oleh dan untuk masyarakat tersebut juga membawa misi bagaimana kegiatan dapat memberikan dampak positif bagi alam dan masyarakat di sekitar Dieng, serta wisatawan.
Sejumlah pelaku UMKM juga akan dilibatkan, seperti Batik Banjarnegara, caping, carica botol, purwaceng hingga pelaku usaha kopi di Banjarnegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sesuai dengan misi kami, Dieng Culture Festival menawarkan konsep pariwisata yang berkualitas," katanya, usai beraudiensi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Misi tersebut dihadirkan melalui berbagai kegiatan pariwisata berkelanjutan selama tiga hari dua malam di empat arena Kompleks Candi Dieng, yaitu Venue Arjuna, Venue Pandawa, Venue Gatotkaca dan kompleks Candi Dieng.
Di Venue Gatotkaca akan ada festival kopi dan panggung hiburan, Venue Arjuna akan ada pelepasan aksi Dieng Bersih, festival domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, serta pagelaran seni tradisi.
Kemudian, Venue Pandawa terdapat panggung utama untuk Jazz Atas Awan, serta ada beberapa gelaran lain seperti minum purwaceng bareng hingga penerbangan lampion, serta arena di sekitar kompleks Candi Dieng yang akan menjadi lokasi kirab budaya.
"Pencukuran atau potong rambut anak berambut gimbal akan ada di Candi Arjuna. Lebih kurang ada 10 anak berambut gimbal yang akan dicukur," katanya.
Pergelaran tahun ini juga menjadi penanda kembalinya Jazz Atas Awan yang pada tahun 2025 diganti Simphony Dieng, dengan konsep artistik yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!