Dorong Penguatan Pendidikan untuk Atasi Kemiskinan
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiPandangan Anda mengenai perhatian khusus pemerintah terhadap pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia?
Perhatian pada peningkatan sumber daya manusia di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka merupakan komitmen kuat untuk mewujudkan bangsa yang berkualitas untuk menyambut Indonesia Emas.
Indeks Pembangunan Manusia menjadi salah satu indikator yang terus mengalami peningkatan seiring dengan perhatian yang sangat signifikan dari pemerintah untuk peningkatan sumber daya manusia.
Kita sekarang kan pemerintah memberikan perhatian yang sangat signifikan untuk SDM ya, terutama kesehatan, mulai dari rumah sakit di pelosok-pelosok, penambahan dokter, sampai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan lain-lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:

KORAN JAKARTA/M FACHRI
Terkait digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), sejauh mana pentingnya dua hal ini dalam hal birokrasi modern?
Transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) penting dalam tata kelola pemerintahan karena transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan bagi birokrasi modern agar dapat bekerja lebih efisien, efektif, dan produktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita tidak bisa lagi menunda. Tantangannya bukan pada perlu atau tidaknya mengadopsi teknologi, melainkan bagaimana kita mengadopsinya dengan cepat, efektif, efisien, dan produktif.
Birokrasi juga harus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi perubahan cara berpikir dan bekerja di seluruh level pimpinan.
Sebagai analogi, peran kecerdasan buatan layaknya pesawat terbang yakni memiliki risiko, tetapi menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan dengan jauh lebih cepat dan efisien. Jadi yang perlu dipastikan adalah cara mengelola dan memitigasi risikonya. Itulah arti penting penggunaan AI yang bijak sekaligus cerdas.
Pemanfaatan AI dalam isu stunting dan tuberkulosis yang melibatkan lebih dari 20 kementerian/lembaga misalnya. Diperlukan sistem navigasi cerdas agar kebijakan lintas sektor dapat dijalankan secara presisi.
"Kita butuh alat navigasi yang mampu menyinergikan lintas sektor, agar setiap isu seperti stunting atau tuberkulosis bisa ditangani dengan presisi dari perencanaan, anggaran, sampai intervensi lapangan.
Transformasi digital juga harus dimulai dari perubahan pola pikir di kalangan pimpinan birokrasi. Oleh karena itu saya mengajak seluruh pejabat untuk membuka diri terhadap pengetahuan baru dan berani meninggalkan cara kerja lama yang sudah tidak relevan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!