Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korea Selatan Berusaha Capai Kesepakatan Dagang Adil dengan AS

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 02:00 WIB | Oleh:
Korea Selatan Berusaha Capai Kesepakatan Dagang Adil dengan AS Doc: KJ/ones/and - afp
Ket. Sumber: US International Trade Commission

Seoul - Kementerian perdagangan Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (8/7), mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan upaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan dan adil dengan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden AS Donald Trump secara efektif memperpanjang jeda waktu untuk tarif baru pada produk Korsel.

Seperti dikutip dari Antara, Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korsel mengatakan bahwa Seoul telah terlibat dalam negosiasi yang intens di bawah prinsip mengutamakan kepentingan nasional sejak peresmian pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae-myung yang mulai menjabat pada 4 Juni.

Kementerian tersebut mencatat bahwa tidak ada cukup waktu untuk mencapai kesepakatan pada semua isu, mengingat surat Trump merupakan perpanjangan efektif dari jeda tarif "resiprokal" pada produk Korsel.

Pihaknya berjanji untuk meningkatkan upaya guna mencapai hasil negosiasi yang saling menguntungkan dalam periode yang tersisa sehingga dapat dengan cepat menyelesaikan ketidakpastian yang berasal dari tarif, dengan mengatakan bahwa negara Asia tersebut akan mengatasi masalah defisit perdagangan yang menjadi perhatian utama AS melalui peningkatan aturan domestik dan rasionalisasi peraturan.

Upaya ini mencakup negosiasi yang intensif untuk mengatasi hambatan perdagangan, mempromosikan akses pasar yang lebih luas, serta menciptakan kerangka kerja yang stabil dan dapat diprediksi bagi investor dan pelaku bisnis. Korsel berharap kesepakatan ini tidak hanya akan meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga mendorong investasi, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kedua negara.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa mereka akan berusaha menciptakan sebuah peluang untuk lompatan ke depan dalam industri inti melalui sebuah kemitraan antara kedua negara untuk kebangkitan manufaktur.

Trump dalam sebuah surat di jejaring sosial yang ditujukan kepada pemimpin Korsel itu mengatakan bahwa kedua negara harus beralih dari defisit perdagangan jangka panjang dan terus-menerus yang ditimbulkan oleh tarif, kebijakan nontarif, dan hambatan perdagangan Korsel.

Presiden AS itu menyatakan bahwa negaranya akan mengenakan tarif 25 persen pada semua produk Korsel mulai 1 Agustus 2025.

Pembicaraan Bilateral

Secara terpisah, Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba pada Selasa mengatakan bahwa keputusan Presiden Trump untuk memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap Jepang adalah “sangat disesalkan”.

PM Ishiba menambahkan bahwa pembicaraan bilateral akan terus dilanjutkan demi mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Meskipun keputusan Trump tersebut telah disampaikan kepada Jepang melalui surat, Ishiba menyampaikan bahwa tarif yang ditetapkan lebih rendah dari ancaman presiden AS itu sebelumnya dan membuka peluang untuk negosiasi lanjutan di masa mendatang.

Berbicara dalam pertemuan satuan tugas tarif, Ishiba mengatakan bahwa pemerintah Jepang tidak akan goyah dalam mempertahankan kepentingan nasional dalam putaran pembicaraan berikutnya.

Ishiba juga berjanji akan melakukan segala upaya untuk memitigasi dampak dari kenaikan tarif terhadap perekonomian Jepang yang berorientasi ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.