Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Penguatan Pendidikan untuk Atasi Kemiskinan

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dorong Penguatan Pendidikan untuk Atasi Kemiskinan Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno

Pemerintah melalui Kemenko PMK bertekad untuk terus mendorong dan mengawal program prioritas nasional yaitu pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan yang berkualitas yang bisa mendorong pertumbuhan perekonomian demi mempercepat upaya pengentasan kemiskinan

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memiliki visi mulia menjadi koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.

Kementerian ini secara lebih rinci mengemban tugas menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

Saat ini, Pratikno dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dimana kementeriannya bertanggung jawab untuk memperjuangkan isu dan agenda pembangunan nasional di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan sertapengawalan program prioritas nasional.

Untuk mengetahui bagaimana program kerja, agenda, serta tantangan yang dihadapi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, melakukan wawancara dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, yang dirangkum dalam sejumlah kesempatan.

Berikut petikan wawancaranya.

Kemenko PMK ditugaskan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sekolah-sekolah terintegrasi yang ditujukan kepada siswa dari kelompok masyarakat kelas menengah. Progresnya atas rencana ini sudah sejauh mana?

Kemenko PMK ditugaskan untuk membuat konsep mengenai sekolah integrasi tersebut. Kami diperintahkan untuk memikirkan lebih dalam, mungkin semacam sekolah terintegrasi di tiap kecamatan, ada SD, ada SMP, ada SMA, ada SMK dengan fasilitas yang lengkap, fasilitas laboratorium, olahraga, bengkel ya untuk vokasional, dan seterusnya. Jadi bukan hanya tentang sains, teknologi, engineering, dan matematika, tetapi Pak Presiden menambahkan ada arts dan olahraga.

Untuk mencetak siswa-siswa unggul di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), pemerintah telah meluncurkan Sekolah Garuda.

Sementara untuk memastikan pemerataan pendidikan untuk anak-anak dari keluarga dengan kategori sangat miskin (desil 1) dan miskin (desil 2), ada Sekolah Rakyat.

Ini semua butuh kajian yang lebih mendalam yang dielaborasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bagaimana langkah yang ditempuh untuk mewujudkan semua ini?

Sekolah-sekolah integrasi yang nantinya dibentuk oleh pemerintah itu tidak harus sekolah baru, karena ada opsi untuk mengkonversi sekolah-sekolah negeri yang ada. Langkah itu telah dijalankan saat membentuk Sekolah Garuda.

Di Sekolah Garuda, tidak semuanya baru. Ada sebagian yang merupakan transformasi dari sekolah existing. Demikian juga dengan sekolah integrasi, tetapi ini masih terlalu dini karena kami juga baru saja memperoleh penugasan untuk memikirkan mengenai ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Ekonomi
Aspal Impor Ditekan, Indust...
Ekonomi
Manufaktur Diperkuat, Keyak...
Daerah
Mahasiswa ITS Rancang Sanit...
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.