Gubernur Khofifah Gelar Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan Marsinah
📅 Rabu, 12 Nov 2025, 17:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar syukuran atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Indonesia ke-4 K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan tokoh buruh Marsinah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (11/11).
Khofifah mengatakan, penganugerahan Gus Dur sebagai pahlawan nasional bersama Syaikhona Muhammad Kholil ulama besar dari Bangkalan, Madura dan Marsinah tokoh buruh merupakan bentuk penghormatan negara atas jasa besar mereka dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan.
Menurutnta, Gus Dur adalah sosok lintas batas yang memperjuangkan nilai kemanusiaan universal. Dia menyebut Gus Dur bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama, tapi milik seluruh bangsa.
“Gus Dur adalah pahlawan yang memperjuangkan kemanusiaan universal, bahwa setiap manusia, siapa pun dia, berhak mendapatkan penghormatan yang sama di mata Tuhan dan negara,” ujar Khofifah.
Pada kesempatan itu, istri mendiang Gus Dur, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh masyarakat yang turut menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Terima kasih atas apresiasi dan penghargaannya. Gus Dur tidak pernah mengejar penghargaan. Yang beliau perjuangkan adalah kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan demokrasi. Gus Dur akan tetap menjadi pahlawan rakyat, karena pahlawan rakyat selalu hidup di hati rakyat,” ujar Shinta Nuriyah.
Sedangkan Marsinah, tokoh buruh perempuan asal Nganjuk yang ditemukan tewas sscara tragis pada tahun 1993, menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak pekerja.
Marsinah berjuang untuk kesejahteraan buruh dan keberanian bersuara melawan penindasan, menjadikannya ikon pergerakan perempuan dan pekerja di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini adalah kekuatan doa kita semua. Marsinah, sosok sederhana yang berjuang membela kaum pekerja, kini diakui sebagai pahlawan bangsa. Kita patut bersyukur atas pengakuan ini,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, kakak Marsinah, Marsini, menyampaikan rasa haru serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang hingga nama adiknya mendapat pengakuan dari negara.
“Alhamdulillah, saya berdiri di sini berkat adik saya. Terima kasih Ibu Gubernur, Bupati Nganjuk, TP2GD, Presiden, SPSI, dan teman-teman buruh yang mendukung perjuangan ini. Kemarin saya sudah menerima sertifikat Marsinah sebagai Pahlawan Nasional asal Nganjuk,” tutur Marsini dengan mata berkaca-kaca.
Acara syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan keluarga Marsinah, Gubernur Khofifah, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan perwakilan serikat pekerja. Sebagai kenang-kenangan, Gubernur Khofifah juga memberikan foto Marsinah dalam bingkai kepada pihak keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!