Breaking News: Hamas Konfirmasi Kesepakatan Perlucutan Senjata dengan Israel, Akankah Perang Gaza Benar-Benar Berakhir?
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 08:39 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SGAZA - Setelah berbulan-bulan negosiasi yang berlangsung di balik layar, kelompok Hamas pada Jumat (31/7) mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Israel. Kabar ini langsung memicu harapan baru bahwa konflik berkepanjangan di Jalur Gaza bisa memasuki fase yang berbeda.
Dari Al Jazeera, pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dulu mengumumkan bahwa tim Board of Peace yang dipimpin Washington berhasil memediasi sebuah kesepakatan bersejarah. Menurut Trump, perjanjian itu mencakup proses perlucutan senjata Hamas secara bertahap, disertai penarikan pasukan Israel dari Gaza sesuai tahapan yang telah disepakati.
Hamas kemudian mengonfirmasi bahwa kesepakatan memang telah dicapai. Kelompok itu menyebut proposal tersebut mengatur sejumlah isu paling sensitif, mulai dari masa depan persenjataan Hamas, mekanisme penarikan militer Israel, hingga pembentukan pemerintahan sipil baru di Gaza. Hamas juga menyatakan para mediator internasional akan mengawasi implementasi kesepakatan agar seluruh pihak menjalankan komitmennya.
Berdasarkan rancangan yang beredar, perlucutan senjata tidak dilakukan sekaligus. Prosesnya akan berlangsung bertahap selama beberapa bulan. Sebagai gantinya, Israel juga dijadwalkan menarik pasukannya secara bertahap dari wilayah Gaza, sementara pemerintahan teknokrat Palestina akan mengambil alih administrasi sipil, didukung pasukan stabilisasi internasional dan program rekonstruksi besar-besaran.
Namun, jalan menuju perdamaian masih jauh dari kata mulus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Israel dilaporkan masih bersikap hati-hati. Sejumlah pejabat Israel mempertanyakan apakah Hamas benar-benar akan melaksanakan perlucutan senjata sesuai kesepakatan. Israel menegaskan bahwa penarikan penuh pasukan baru akan dilakukan jika proses demiliterisasi benar-benar terlaksana.
Keraguan itu bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, berbagai upaya gencatan senjata dan kesepakatan damai kerap gagal bertahan lama akibat pelanggaran di lapangan dan saling tidak percaya antara kedua pihak.
Meski demikian, banyak pengamat menilai pengumuman kali ini merupakan salah satu perkembangan diplomatik paling signifikan sejak perang Gaza pecah. Jika seluruh tahapan berhasil dijalankan, kesepakatan tersebut berpotensi mengakhiri konflik bersenjata, membuka akses bantuan kemanusiaan yang lebih luas, mempercepat pembangunan kembali Gaza, sekaligus membuka jalan bagi pemerintahan sipil Palestina yang baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini perhatian dunia tertuju pada implementasi kesepakatan tersebut. Pertanyaan besarnya bukan lagi apakah perjanjian berhasil ditandatangani, melainkan apakah seluruh pihak benar-benar akan menjalankan isi kesepakatan hingga tuntas. Sebab, masa depan Gaza dan peluang terciptanya perdamaian jangka panjang akan sangat bergantung pada langkah-langkah yang dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!