KLH dan Tiongkok Perkuat Kemitraan untuk Transisi Energi dan Aksi Iklim
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 09:32 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat kemitraan hijau dengan Pemerintah Tiongkok yang ditegaskan dalam pertemuan Menteri LH Moh Jumhur Hidayat dan Utusan Khusus Perubahan Iklim Tiongkok Liu Zhenmin.
Menurut keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur melakukan pertemuan dengan Utusan Khusus Perubahan Iklim Tiongkok Liu Zhenmin di Jakarta pada Kamis (30/7) sebagai tindak lanjut dari komitmen kedua kepala negara yang menempatkan kerja sama lingkungan hidup dan pembangunan hijau sebagai pilar utama hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok.
"Indonesia meyakini bahwa perlindungan lingkungan bukan merupakan beban pembangunan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu kami mengusung paradigma Growth through Environmental Protection, yaitu membangun kesejahteraan melalui perlindungan lingkungan hidup, dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat,” ujar Jumhur dalam pertemuan tersebut.
Tidak hanya itu, jelasnya, Indonesia juga tengah mengembangkan pendekatan baru yang mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan kesejahteraan sebagai tiga pilar utama aksi iklim nasional.
Langkah itu diperkuat melalui pengembangan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati, mekanisme pembagian manfaat yang adil, serta penegakan prinsip keadilan iklim.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hubungan Indonesia dan Tiongkok telah berkembang menjadi kemitraan yang saling menguntungkan. Ke depan, kami berharap kerja sama ini semakin berorientasi pada aksi nyata, inovasi, investasi hijau, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara serta berkontribusi terhadap pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan dunia," ujar Jumhur.
Menanggapi komitmen tersebut, Liu Zhenmin menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan Indonesia dan menegaskan kesiapan Tiongkok untuk memperdalam kerja sama strategis.
"Tiongkok memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategis paling penting di ASEAN dan Negara-Negara Selatan. Kami siap memperdalam kerja sama praktis di bidang perubahan iklim, energi bersih, teknologi hijau, sistem peringatan dini bencana, ekonomi sirkular, dan perlindungan lingkungan, sekaligus bekerja sama untuk menjaga kepentingan negara-negara berkembang dalam tata kelola iklim global,” jelas Liu Zenmin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua pihak dalam pertemuan tersebut juga menyepakati sejumlah fokus kolaborasi hijau kedua negara yaitu mendorong peningkatan investasi pada energi terbarukan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, penguatan industri panel surya, dan rantai pasok industri hijau yang disesuaikan dengan kondisi nasional.
Turut dibahas pula pengembangan sistem peringatan dini bencana berbasis satelit dan kecerdasan buatan, konservasi hutan hujan tropis, pengelolaan sampah menjadi energi, serta perlindungan keanekaragaman hayati dan kerja sama riset, pertukaran keahlian, dan pelatihan sumber daya manusia untuk mencetak tenaga kerja di sektor hijau.
Keduanya juga sepakat memperkuat posisi bersama menjelang konferensi iklim internasional dengan berpegang pada prinsip tanggung jawab bersama yang dibedakan, sekaligus mendorong negara-negara maju memenuhi komitmen pendanaan iklim dan transfer teknologi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!