Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBNU Tekankan Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 08:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBNU Tekankan Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Orang tua sedang mengajari anak tentang kebersihan dan kesehatan organ intim.

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekankan pentingnya penguatan pendidikan kesehatan reproduksi bagi santri sebagai langkah strategis untuk membekali karakter, menjaga kesehatan fisik, hingga mencegah kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Kerakyatan, Alissa Qatrunnada Wahid, dalam keterangan di Jakarta, Jumat (31/7), mengatakan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat potensial dalam membangun pemahaman kesehatan reproduksi karena menjalankan fungsi ganda secara bersamaan.

"Pesantren punya dua-duanya sebagai lembaga pendidikan, tapi sekaligus juga ruang pengasuhan," kata dia.

Ia menilai saat ini banyak remaja yang terpapar informasi perilaku seksual dari berbagai sumber tanpa dibekali pengetahuan yang memadai.

Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi di pesantren menjadi krusial agar santri memiliki kemampuan mengambil keputusan terbaik bagi dirinya.

Melalui Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), PBNU menggelar Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Batch Kedua di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan yang menyasar para pengasuh pesantren ini dilakukan untuk menyusun dan mensosialisasikan modul khusus pendidikan kesehatan reproduksi ala pesantren.

Program ini tidak berhenti pada halaqah, melainkan akan dilanjutkan dengan Training of Trainers (TOT) bagi para ustadz dan ustadzah, serta pembentukan santri sebagai pendidik sebaya (peer educator). Selain itu, pengasuh muda seperti para gus dan ning juga didorong memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi digital.

Anggota Tim Kerja Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Kementerian Kesehatan, Marlina Rully Wahyuningrum membeberkan bahwa isu kesehatan remaja ini makin mendesak mengingat tingginya angka gangguan kesehatan di Indonesia.

Kemenkes mengkonfirmasi data program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah menunjukkan sebanyak 30 persen peserta didik kelas 7 dan 10 terdiagnosis mengalami anemia.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap diperparah oleh fenomena growth spurt atau pertumbuhan pesat pada masa remaja yang tidak diimbangi asupan gizi seimbang, serta persepsi bentuk tubuh (body image) yang keliru hingga memicu gangguan makan pada remaja putri.

Melalui penyusunan modul komprehensif oleh GKMNU, pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren diharapkan dapat menghindarkan santri dari berbagai kemudaratan, seperti masalah gizi buruk, pengaruh negatif media sosial, hingga potensi kekerasan seksual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Ekonomi
BI Siapkan Tiga Strategi ag...

Houthi Tegaskan Mekah Bukan Target Serangan

29 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Houthi Tegaskan Mekah Bukan...
Luar Negeri
Negosiasi AS-Iran Buntu, Tr...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.