Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi SU-57 di Garis Depan India, Beijing Perkuat Front Himalaya dengan Armada J-20

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 04:35 WIB | Oleh:
Antisipasi SU-57 di Garis Depan India, Beijing Perkuat Front Himalaya dengan Armada J-20 Doc: Istimewa
Ket. Penempatan ini juga mencerminkan strategi Beijing yang memprioritaskan pesawat J-20A terbaru untuk satuan-satuan yang menghadap Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Pasifik.

BEIJING - Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) dilaporkan mulai mengerahkan pesawat tempur siluman J-20 generasi awal ke Brigade Udara ke-99 yang bermarkas di Pangkalan Udara Hotan, Xinjiang. Pangkalan ini memiliki posisi strategis karena berada kurang dari 400 kilometer dari Garis Kontrol Aktual (LAC), wilayah perbatasan yang menjadi titik sensitif antara Tiongkok dan India.

Pemindahan armada J-20 tersebut diyakini akan memperkuat kemampuan pertahanan udara Tiongkok di kawasan Himalaya. Meski merupakan varian produksi awal, pesawat ini masih dinilai memiliki keunggulan dibandingkan sebagian besar armada tempur yang saat ini dioperasikan Angkatan Udara India.

J-20 yang dikirim ke Hotan merupakan pesawat produksi awal yang mulai diterima PLAAF pada 2016 dan resmi memasuki layanan operasional pada 2017. Berbeda dengan varian terbaru, pesawat ini masih menggunakan mesin buatan Rusia AL-31FM2. Sejak 2021, Tiongkok mulai membekali J-20 generasi baru dengan mesin domestik WS-10C yang memiliki performa lebih tinggi, sementara varian paling mutakhir, J-20A, telah menggunakan mesin WS-15 yang diklaim memberikan kemampuan terbang jauh lebih baik.

Meski kalah canggih dibandingkan J-20A, varian awal tersebut dinilai masih sangat efektif untuk ditempatkan di wilayah perbatasan India. Penempatan ini juga mencerminkan strategi Beijing yang memprioritaskan pesawat J-20A terbaru untuk satuan-satuan yang menghadap Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Pasifik.

Brigade Udara ke-99 berada di bawah Komando Teater Barat yang bertanggung jawab menjaga perbatasan panjang Tiongkok, mulai dari Asia Tengah hingga kawasan Himalaya. Dalam beberapa tahun terakhir, Pangkalan Udara Hotan telah mengalami modernisasi besar-besaran, termasuk pembangunan fasilitas militer yang diperkuat dan penempatan berbagai pesawat tempur modern sehingga menjadi salah satu pangkalan garis depan terpenting milik Tiongkok.

Meski hubungan Beijing dan New Delhi saat ini relatif stabil, kawasan perbatasan Himalaya tetap menjadi salah satu titik strategis yang terus mendapat perhatian kedua negara. Hingga kini India belum memiliki pesawat tempur generasi kelima buatan sendiri, yang diperkirakan baru akan memasuki layanan pada awal 2040-an. Namun, negosiasi India dengan Russia untuk memperoleh pesawat tempur siluman Su-57 berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan udara di kawasan tersebut pada masa mendatang.

Menurut Military Watch Magazine, armada J-20 Tiongkok kini diperkirakan telah melampaui 500 unit dan telah memperkuat 18 brigade udara, dengan tambahan puluhan pesawat yang digunakan untuk pelatihan. Jumlah tersebut menjadikan J-20 sebagai pesawat tempur yang paling banyak dipesan oleh satu angkatan bersenjata sejak berakhirnya Perang Dingin.

Meski produksi J-20 masih berlangsung dalam jumlah besar, laju produksinya diperkirakan akan mulai menurun pada awal dekade 2030-an, seiring rencana Tiongkok mengoperasikan pesawat tempur generasi keenam yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.