Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W Picu Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 09:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W Picu Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia Doc: BMKG
Ket. Keberadaan tiga bibit siklon tropis di belahan bumi selatan yang turut memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik utara Papua Barat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (31/7).

Dalam prakiraan cuaca yang diikuti dari Jakarta, BMKG menyebutkan bibit Siklon Tropis 94W diprediksi berada di Samudra Pasifik utara Papua Barat dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara minimum 1.008 mb, serta bergerak ke arah barat.

“Keberadaan bibit siklon tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Laut Filipina dan di sekitar pusat bibit siklon,” ujar Prakirawan BMKG Ina Indah.

Selain itu, daerah perlambatan angin (konvergensi) diprakirakan terbentuk hampir di banyak wilayah di Indonesia mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua. Adapun daerah pertemuan angin (konfluensi) diprediksi terbentuk di Selat Malaka, Laut China Selatan, dan Samudra Pasifik utara Papua.

BMKG menyatakan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon maupun di sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi.

Berdasarkan prakiraan cuaca di kota-kota besar, hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Manokwari, Nabire, Wamena, dan Merauke.

Sementara itu, kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Jakarta, Semarang, Pontianak, Palangka Raya, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, dan Jayapura.

BMKG juga memprakirakan udara kabur berpotensi terjadi di Bengkulu, Yogyakarta, dan Surabaya, sedangkan kondisi asap atau kabut diperkirakan terjadi di Padang, Mataram, dan Sorong.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG maupun kanal media sosial resmi lembaga tersebut guna mengantisipasi potensi cuaca yang dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat.

Sebelumnya, BMKG memprediksikan fenomena El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan peluang puncak intensitas mencapai kategori kuat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.

"Informasi iklim ini sejalan dengan prediksi BMKG, dimana fenomena El Nino diproyeksikan bertahan hingga awal 2027 dan memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normal," kata dia.

Pemerintah mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis guna memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Pelaksanaan OMC diprioritaskan pada wilayah yang membutuhkan pasokan curah hujan lebih tinggi untuk menjaga kelembapan lahan-lahan esensial khususnya mineral dan gambut dan mengisi cadangan air waduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.