Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Irak Kecam Serangan AS-Arab Saudi sebagai Agresi dan Pelanggaran Kedaulatan

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 08:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Irak Kecam Serangan AS-Arab Saudi sebagai Agresi dan Pelanggaran Kedaulatan Doc: Al Jazeera/Kantor Media Perdana Menteri
Ket. Dewan Keamanan Nasional Irak mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan Saudi-AS. Baghdad, Irak, 29 Juli 2026

BAGHDAD - Kepresidenan Irak mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang menargetkan paramiliter Irak, Pasukan Mobilisasi Rakyat (Popular Mobilization Forces/PMF), dan menyebutnya sebagai "agresi yang tidak dapat diterima" serta "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak."

Dalam pernyataan resmi, Rabu (29/7), kepresidenan menyatakan bahwa menyerang lembaga keamanan resmi bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menegaskan kembali penolakan Irak terhadap segala bentuk agresi di wilayahnya, pihak kepresidenan menekankan bahwa wilayah Irak tidak boleh digunakan sebagai pangkalan peluncuran atau arena untuk menyerang negara-negara tetangga atau menyelesaikan perselisihan regional dan internasional.

Lebih lanjut, pihak kepresidenan mendesak semua pihak terkait untuk menghormati kedaulatan Irak dan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan keamanan dan stabilitas negara, sekaligus menekankan pentingnya memprioritaskan dialog untuk menyelesaikan krisis, meredakan ketegangan, serta menjaga keamanan regional.

Sebelumnya pada hari yang sama, PMF menyatakan setidaknya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya luka-luka dalam serangan AS-Arab Saudi di beberapa provinsi Irak.

Sementara itu, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS mengonfirmasi operasi tersebut dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa pasukan AS dan Arab Saudi pada Selasa (28/7) melakukan serangan udara presisi terhadap militan yang bersekutu dengan Iran di Irak, menyusul serangkaian serangan drone yang menargetkan pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi.

PMF merupakan sebuah organisasi payung yang didukung pemerintah Irak dan terdiri dari puluhan faksi paramiliter. PMF telah resmi diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata Irak menyusul kampanye melawan kelompok ekstremis ISIS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...

Bekasi Segera Memiliki Bupati Definitif

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bekasi Segera Memiliki Bupa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.