Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hamas Disebut Siap Menandatangani Kesepakatan Perlucutan Senjata

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 05:58 WIB | Oleh:
Hamas Disebut Siap Menandatangani Kesepakatan Perlucutan Senjata Doc: Istimewa
Ket. Asap mengepul dan warga Palestina mengungsi setelah serangan Israel di Kota Gaza pada 12 Juli.

WASHINGTON DC - Harapan akan berakhirnya konflik berkepanjangan di Jalur Gaza kembali menguat. Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini Hamas kini semakin dekat untuk menyetujui kesepakatan yang menjadi kunci dimulainya proses perdamaian di Gaza.

Dari Axios, menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat yang terlibat dalam perundingan, Hamas diyakini dapat menandatangani kesepakatan yang membuka jalan bagi proses pelucutan senjata serta demiliterisasi Jalur Gaza. Langkah tersebut merupakan bagian utama dari rencana perdamaian 20 poin yang diinisiasi pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang sekaligus memulai pembangunan kembali wilayah Gaza. 

Negosiasi yang berlangsung di Kairo dimediasi oleh Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Turki. Dalam rancangan kesepakatan, Hamas disebut akan menyerahkan persenjataan berat secara bertahap di bawah mekanisme yang diawasi pihak independen. Sebagai gantinya, pemerintahan sipil Palestina yang bersifat teknokratis akan mengambil alih administrasi Gaza, sementara proses rekonstruksi dan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat segera dimulai. 

"Kesepakatan akan dilaksanakan dalam beberapa fase yang terstruktur dengan cermat," menurut unggahan Trump di Truth Social.

"Setelah perlucutan senjata selesai, pasukan Israel akan mundur, dan Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk bertanggung jawab atas keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangganya," tambah Trump.

"Berdasarkan kesepakatan ini, Gaza akhirnya akan berada di tangan pemerintahan Palestina baru yang melayani RAKYATNYA.

Namun, jalan menuju perdamaian masih belum sepenuhnya mulus. Sejumlah sumber menyebut masih terdapat perbedaan pandangan mengenai mekanisme perlucutan senjata, penarikan pasukan Israel, serta jaminan keamanan jangka panjang. Pemerintah Israel juga dikabarkan tetap menginginkan demiliterisasi penuh sebelum memberikan konsesi lebih lanjut, sementara Hamas masih mengajukan sejumlah syarat dalam proses negosiasi. 

Meski demikian, para mediator menilai pembicaraan kali ini menunjukkan perkembangan yang paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Jika kesepakatan berhasil ditandatangani, hal itu akan menjadi tonggak penting menuju penghentian konflik, pembentukan pemerintahan sipil baru di Gaza, serta dimulainya proses rekonstruksi wilayah yang porak-poranda akibat perang. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Skuad Garuda Harus Menang B...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta pad...
Luar Negeri
Hamas Disebut Siap Menandat...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.