Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 14:46 WIB | Oleh:
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall Doc: Istimewa
Ket. Gubernur Khofifah menyampaikan fokus pembangunan GSW di Jawa Timur berada pada tiga kawasan strategis Pantura Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (24/4) menerima Wakil Menteri Kelautan Dan Perikanan / Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf guna membahas percepatan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) Jawa Timur yang semula 20 tahun menjadi 15 tahun. 

Menurut Khofifah hal ini menjadi krusial karena eskalasi risiko pesisir yang semakin cepat.

"Diperlukan intervensi infrastruktur berskala besar yang terintegrasi dengan kebijakan lingkungan dan sosial," kata Gubernur Khofifah usai bertemu jajaran Kelautan Dan Perikanan dan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa   di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Gubernur Khofifah menyampaikan fokus pembangunan GSW di Jawa Timur berada pada tiga kawasan strategis Pantura Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik. 

Ketiga wilayah ini merupakan zona kritis pesisir utara Jawa Timur yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penurunan muka tanah, banjir rob, serta tekanan aktivitas ekonomi dan industri pesisir.

Secara kelembagaan, Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Tuban, Lamongan, dan Gresik menjadi bagian dari Dewan Pengelola Pantura Jawa, sebagaimana diatur dalam Perpres No. 77 Tahun 2025 Pasal 6. 

Posisi ini memberikan peran strategis bagi Jawa Timur karena memberikan ruang intervensi langsung daerah dalam pengambilan keputusan nasional khususnya sinkronisasi pusat–daerah dalam implementasi PSN.

"Jawa Timur sebagai aktor kunci dalam pengelolaan Pantura Jawa," jelasnya.

Pembangunan GSW di Pantura Jawa Timur memiliki urgensi tinggi karena menghadapi tekanan multidimensi. Diantaranya tekanan lingkungan terjadinya penurunan muka tanah mencapai 1–2 cm/tahun, diperparah oleh kenaikan muka air laut dan gelombang pasang ekstrem. 

Mulai dari risiko bencana pesisir seperti banjir rob yang semakin intens, ancaman abrasi, serta potensi krisis air bersih di wilayah pesisir.

"Termasuk kerentanan sosial meningkatnya jumlah penduduk terdampak banjir rob dan degradasi kualitas hidup masyarakat pesisir," katanya.

Selain itu juga berdampak pada kerugian ekonomi akibat kerusakan lingkungan, terganggunya aktivitas pelabuhan, industri, dan logistik nasional. Juga berefek pada ketahanan pangan yang menjadi ancaman terhadap lahan pertanian produktif di kawasan pesisir yang berkontribusi terhadap suplai pangan Jawa Timur.

"Pembangunan GSW ini, lanjutnya, juga sebagai upaya perlindungan aset strategis nasional seperti pelabuhan, kawasan industri, dan infrastruktur vital nasional di Pantura," imbuhnya.

Menurut Khofifah GSW tidak hanya bersifat protektif, tetapi juga transformasional. Antara lain sebagainya upaya revitalisasi kawasan pesisir dan perkotaan melalui peningkatan konektivitas dan pengurangan risiko banjir, modernisasi sektor perikanan, mendorong transformasi nelayan tradisional menjadi lebih produktif dan adaptif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

59 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.