Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khawatir Hujan Rudal Iran, AS Pindahkan F-35 dari Pangkalan Teluk ke Israel

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 05:07 WIB | Oleh:
Khawatir Hujan Rudal Iran, AS Pindahkan F-35 dari Pangkalan Teluk ke Israel Doc: Istimewa
Ket. Pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk dinilai semakin rentan terhadap serangan rudal Iran. Beberapa fasilitas strategis, seperti Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, telah mengalami serangan yang mengakibatkan kerusakan pada aset militer AS

TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa pesawat tempur Amerika Serikat beroperasi dari pangkalan militer di Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan itu mengungkap perubahan penting dalam strategi militer Washington, yang kini semakin mengandalkan Israel sebagai basis operasi udara dibandingkan pangkalan-pangkalan di kawasan Teluk.

Dalam wawancara dengan Channel 14 Israel, Katz menyatakan jet tempur AS lepas landas dari Israel untuk menyerang sasaran di Iran. Ia juga mengklaim pemerintah Iran mengetahui pengaturan tersebut. Menurut Katz, Israel sebenarnya ingin memperluas serangan hingga menyasar infrastruktur energi Iran, namun hingga kini Washington belum memberikan persetujuan.

Dari Military Watch Magazine, keputusan memanfaatkan pangkalan udara Israel dinilai bukan tanpa alasan. Dibandingkan fasilitas militer AS di negara-negara Teluk, pangkalan Israel memiliki infrastruktur yang lebih modern, hanggar pesawat yang diperkuat, jaringan pertahanan udara yang terintegrasi, serta koordinasi operasional yang telah terjalin puluhan tahun dengan militer Amerika Serikat.

Kedekatan kerja sama kedua negara juga membuat operasi gabungan menjadi lebih efisien. Misi serangan udara, pengisian bahan bakar di udara, peperangan elektronik hingga pertukaran intelijen dapat dilakukan dengan koordinasi yang jauh lebih baik.

Sebelumnya, citra satelit dan sejumlah laporan sumber terbuka menunjukkan Amerika Serikat telah memindahkan berbagai aset udara ke Israel, termasuk pesawat tempur siluman F-22, pesawat tanker pengisian bahan bakar, serta unsur pendukung lainnya menjelang operasi gabungan terhadap Iran.

Langkah tersebut diyakini dilakukan karena pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk dinilai semakin rentan terhadap serangan rudal Iran. Beberapa fasilitas strategis, seperti Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, dilaporkan telah mengalami serangan yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah aset militer Amerika Serikat dan sekutunya.

Meski demikian, Israel juga tidak sepenuhnya aman dari ancaman rudal Iran. Harian Haaretz sebelumnya melaporkan sekitar 8 dari 10 rudal Iran yang ditembakkan ke wilayah Israel berhasil mencapai target. Laporan tersebut memperkuat berbagai rekaman yang menunjukkan sistem pertahanan udara Israel dan Amerika mengalami kesulitan menghadapi gelombang serangan rudal balistik Iran.

Sebelum operasi militer besar terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Amerika Serikat telah memperkuat pertahanan Israel dengan mengerahkan beberapa sistem pertahanan rudal THAAD di Israel dan Yordania. Washington juga memindahkan persediaan rudal pencegat dari berbagai wilayah, termasuk Guam, Hawaii, Korea Selatan, dan daratan Amerika Serikat. Dukungan tambahan datang dari kapal perusak Angkatan Laut AS yang dilengkapi sistem tempur AEGIS.

Di sisi lain, Iran terus mengandalkan rudal balistik berpemandu presisi yang diklaim memiliki kemampuan menembus sistem pertahanan berlapis. Salah satunya adalah rudal Fattah 2 yang disebut mampu membawa kendaraan luncur hipersonik untuk menyerang sasaran bernilai tinggi.

Menurut analisis Military Watch Magazine, meningkatnya ancaman rudal presisi Iran memaksa Amerika Serikat mengubah pola penyebaran kekuatan udaranya. Ketimbang menempatkan banyak pesawat di pangkalan depan kawasan Teluk yang lebih mudah dijangkau rudal Iran, Washington kini lebih memilih memusatkan sebagian operasinya di Israel. Namun, seberapa besar langkah tersebut benar-benar mampu mengurangi risiko serangan rudal Iran masih menjadi tanda tanya, mengingat wilayah Israel sendiri tetap berada dalam jangkauan persenjataan Teheran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Megapolitan
Jakarta Berawan Kamis Pagi,...
Daerah
NTT Kembali Diguncang Gempa...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.