Whoosh Tak Akan Ngebut Tanpa Danantara: Fokus Operasional dan Restrukturisasi Utang Jalan Terus
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 18:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohDony menjelaskan bahwa secara korporasi, kondisi keuangan PT KCIC masih tergolong sehat dengan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang positif. Artinya, secara operasional, bisnis Whoosh telah berjalan baik dan hanya memerlukan penyesuaian di sisi pembiayaan.
"Karena secara korporasi kan perusahaannya EBITDA positif. Tinggal masalah cicilannya mau gimana, kan itu aja," katanya.
Ia menambahkan, tim negosiasi terdiri dari perwakilan pemerintah, PT KCIC, dan Danantara yang akan menyediakan data serta analisis keuangan untuk mendukung proses pembahasan restrukturisasi.
"Kami memberikan data, data-data mengenai structure yang paling bagus seperti apa yang membuat perusahaan ini menjadi sustain. Nah nanti negosiasinya tentu pemerintah juga terlibat dalam negosiasi ini," ujar Dony.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait isu utang proyek Whoosh yang menelan biaya sekitar US$ 7,27 miliar atau setara Rp117,3 triliun. Ia memastikan negara memiliki kemampuan membayar cicilan utang tersebut.
"Duit yang tadinya dikorupsi, saya hemat. Gak saya kasih kesempatan. Jadi saudara-saudara saya minta bantu saya semua, jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela," ujar Prabowo.
Menurutnya, proyek Whoosh telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mengurangi kemacetan, polusi, dan menjadi sarana transfer teknologi dari China ke Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pokoknya nggak masalah, karena itu kita harus bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun, tapi manfaatnya mengurangi macet, polusi, perjalanan semua dihitung," kata Prabowo.
Dengan fokus Danantara pada operasional, penerapan PSO, dan restrukturisasi utang yang ditargetkan rampung tahun ini, pemerintah optimistis Whoosh akan semakin efisien, berkelanjutan, dan memberi dampak ekonomi positif bagi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!