Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Algoritma Medsos Disorot! Akademisi Minta Tak Lagi Dianggap Netral dan Bebas Hukum

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 04:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Algoritma Medsos Disorot! Akademisi Minta Tak Lagi Dianggap Netral dan Bebas Hukum Doc: Antara
Ket. Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Harris Arthur Hedar.

Jakarta - Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Harris Arthur Hedar meminta para akademisi dan praktisi hukum untuk berhenti memperlakukan algoritma media sosial (medsos) sebagai entitas yang kebal hukum dengan dalih netralitas teknologi.

Ajakan tersebut seiring dengan kekhawatiran atas pergeseran fundamental dalam cara manusia mengonsumsi informasi.

"Jika dahulu kurasi informasi dilakukan oleh redaktur, editor, atau mekanisme profesional lainnya, saat ini kurasi tersebut telah sepenuhnya diserahkan kepada algoritma," ujar Prof. Harris dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (18/4).

Dia menegaskan teknologi tidak pernah netral, tetapi membawa misi, desain, dan konsekuensi. Dengan demikian, dirinya mengajak para akademisi dan praktisi hukum agar berani untuk melampaui dogmatisme hukum klasik soal algoritma.

Harris membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi lantaran algoritma selama ini berada dalam ruang impunitas hukum. Tantangan tersebut mulai dari kausalitas hukum, status subjek hukum, hingga yurisdiksi

Pada kausalitas hukum, kata dia, membuktikan bahwa algoritma secara langsung menyebabkan kekerasan atau bunuh diri memang sulit.

Sementara untuk tantangan kedua, lanjut dia, algoritma tidak memiliki status sebagai subjek hukum lantaran algoritma bukan badan hukum, melainkan bukan pula manusia.

Kemudian untuk tantangan ketiga, yakni yurisdiksi disebabkan perusahaan pengembang algoritma umumnya berada di yurisdiksi asing.

Ia pun tak menampik, saat ini seolah-olah algoritma berada dalam ruang impunitas hukum. Perlindungan hukum yang diberikan oleh Section 230 di Amerika Serikat atau prinsip intermediary liability alias tanggung jawab perantara di beberapa negara sering kali menjadi tameng bagi platform digital.

“Mereka berargumen bahwa mereka hanyalah 'saluran' (pembawa), bukan penerbit konten,” ucap dia.

Harris pun mengutarakan beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk menghadapi algoritma. Hal itu, kata dia, mulai memperluas interpretasi kealpaan berat (gross negligence) dalam hukum perdata.

Dikatakan bahwa apabila sebuah platform mengetahui (atau seharusnya mengetahui) bahwa desain algoritmanya berpotensi menciptakan polarisasi ekstrem atau memicu kekerasan, namun tetap mengedepankan engagement atau interaksi demi keuntungan, maka platform tersebut telah melakukan kealpaan yang menimbulkan kerugian massal.

Dirinya menuturkan pentingnya merekonseptualisasi algoritma sebagai produk dalam ranah product liability alias tanggung jawab produk.

Meskipun algoritma tidak berwujud fisik, sambung dia, algoritma merupakan komoditas yang didistribusikan, dijual dalam bentuk perhatian pengguna atau attention economy, dan memiliki cacat desain (design defect) yang mematikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Penampilan Bagus di Mubadal...

Timnas Indonesia Memang Menang, Tapi Permainan Belum Rapi

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Timnas Indonesia Memang Men...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Utara Andalkan Pariwisata

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta...
Luar Negeri
Kemarau Panjang Membawa Kor...
Megapolitan
Semua Berhak Tinggal di Jak...
Nasional
Waoww …Mantan Gubernur BI...

Musim Kemarau Banyak Menjadi Perhatian Serius Daerah

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Musim Kemarau Banyak Menjad...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.