Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendagri Bima Arya Apresiasi PFmuda Pertamina Foundation untuk Indonesia Emas 2045

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 21:15 WIB | Oleh:
Wamendagri Bima Arya Apresiasi PFmuda Pertamina Foundation untuk Indonesia Emas 2045 Doc: Istimewa
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi program Pertamina Foundation Muda (PFmuda) yang mendorong generasi muda menjadi agen perubahan melalui berbagai inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi program Pertamina Foundation Muda (PFmuda) yang mendorong generasi muda menjadi agen perubahan melalui berbagai inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Bima Arya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Link & Connect: Social Innovation for Change Maker di Ballroom MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Menurutnya, generasi milenial dan generasi Z yang mendominasi struktur demografi Indonesia saat ini merupakan calon pemimpin masa depan.

"Pertamina Foundation menjadi part of our ikhtiar kita menuju Indonesia Emas 2045," kata Bima Arya.

Ia menjelaskan, PFmuda merupakan kompetisi inovasi proyek sosial yang digagas Pertamina Foundation untuk mendorong generasi muda mewujudkan ide kreatif menjadi sociopreneur yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Program tersebut dinilai mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Bima Arya mengatakan, konsep yang dikembangkan PFmuda juga selaras dengan pemikiran sosiolog Anthony Giddens mengenai generasi kosmopolitan. Generasi tersebut digambarkan memiliki mental aktivis, kemampuan global, serta jiwa nasionalisme yang kuat.

Menurutnya, generasi masa depan yang akan mampu bersaing di panggung dunia adalah mereka yang dapat bergerak di tiga level sekaligus, yakni lokal, nasional, dan global. Kemampuan membaca perubahan zaman juga menjadi keterampilan penting di tengah era disrupsi.

“Kalau saya lihat program ini memuatkan di tiga level tadi. Saya suka ada pijakan lokalnya, jadi [menjawab] problema di tingkat lokal, diartikulasikan di tingkat nasional, dan bisa kompetitif di tingkat global,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan program inovatif peserta PFmuda. Salah satu inovasi yang menarik perhatiannya adalah pengembangan budidaya rajungan yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan.

Ia menilai, kemampuan menciptakan inovasi membutuhkan keterampilan teknis sekaligus daya juang agar dapat dipasarkan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, program seperti PFmuda dinilai penting untuk terus dikembangkan.

“[Inovasi dalam budidaya] Rajungan itu skillful. Membuat itu bisa dipasarkan itu fighter. Jadi saya suka dengan program ini, mudah-mudahan bisa sendiri ditularkan ke semuanya,” tambah Bima Arya.

Lebih lanjut, ia berharap inisiatif tersebut dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah dalam membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, inovasi yang lahir dari generasi muda dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

“Bayangkan kalau inspirasi dari sini ini menular ke semua kepala daerah di Indonesia, dorong [berinovasi]. Kolaborasi, sinergi, co-creation, jadi,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Operasional Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana, Vice President Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterprise Partnership Program PT Pertamina Rudi Arifianto, serta mahasiswa Universitas Pertamina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.