Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nenek Tukiyem Gagal Dapat Bansos Gara-gara Anak Pak Lurah Nyelonong Masuk KK

📅 Senin, 22 Jun 2026, 16:23 WIB | Oleh:
Nenek Tukiyem Gagal Dapat Bansos Gara-gara Anak Pak Lurah Nyelonong Masuk KK Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
Ket. Nenek Tukiyem terpaksa tidak menerima bantuan sosial akibat ulah oknum Lurah di Kota Bengkulu yang memalsukan datanya.

KOTA BENGKULU -- Seorang nenek, Tukiyem (68), warga Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu, terpaksa tidak menerima bantuan sosial (bansos) untuk lanjut usia (lansia) dan bantuan lainnya dari pemerintah pusat karena  Lurah Anggut Dalam memasukkan data anaknya ke Kartu Keluarga (KK) nenek tanpa izin.

Berdasarkan keterangan Tukiyem, saat dirinya hendak mencairkan bansos, bantuan tersebut ternyata tidak dapat dicairkan karena datanya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

"Saat diperiksa, pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) mengatakan kalau di KK saya terdapat terdapat seorang anak, yang tidak dikenal, yang merupakan anak dari keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga bantuan sosial yang biasa diterimanya dihentikan," ujarnya di Kota Bengkulu, Senin.

Saat dikonfirmasi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu diterangkan bahwa mereka mencetak KK berdasarkan berkas permohonan yang dinilai lengkap secara administrasi.

Padahal Tukiyem tidak mengenal anak dan keluarga tersebut yang merupakan anak dari Lurah Anggut Dalam Kota Bengkulu yaitu Gustin Veronica.

‎"Saya sama sekali tidak mengenal anak itu maupun keluarganya. Tidak pernah ada pembicaraan atau izin dari saya untuk memasukkan nama siapa pun ke dalam KK saya," katanya.

Untuk alasan yang dilakukan oleh Lurah tersebut karena anaknya ingin masuk ke SMAN 02 Kota Bengkulu melalui pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 jalur zonasi.

Tukiyem mengatakan beberapa waktu lalu Lurah Anggut Dalam Gustin Veronica mendatangi dirinya untuk menyampaikan permintaan maaf atas persoalan tersebut, namun ia meminta meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang dialaminya, termasuk bantuan sosial yang tidak dapat diterimanya akibat perubahan data kependudukan tersebut.

‎"Saya hanya meminta hak saya yang hilang karena masalah ini. Bantuan itu seharusnya saya terima, tetapi tidak bisa dicairkan karena ada nama orang lain di KK saya," kata Tukiyem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.