Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peternak Minta Regulasi Diperkuat, Harga Ayam Jangan Dibiarkan Berfluktuasi Liar

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peternak Minta Regulasi Diperkuat, Harga Ayam Jangan Dibiarkan Berfluktuasi Liar Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi- Peternakan ayam.

JAKARTA – Upaya menstabilkan harga ayam memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus melindungi keberlanjutan usaha peternak.

Fluktuasi harga yang terlalu tajam dapat merugikan konsumen saat harga melonjak dan menekan pendapatan peternak ketika harga jatuh di bawah biaya produksi.

Karena itu, keseimbangan antara pasokan dan permintaan perlu dijaga melalui pengelolaan produksi, distribusi yang efisien, serta penguatan data rantai pasok.

Stabilitas harga ayam tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi pangan yang menjadi salah satu komponen utama pengeluaran rumah tangga.

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mendorong perbaikan tata kelola impor bahan baku pakan dan rantai pasok, guna menstabilkan harga ayam serta menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Ketua Umum Permindo, Kusnan menilai rendahnya harga ayam hidup (live bird/LB) yang berlangsung berkepanjangan saat ini tidak dapat dijelaskan hanya faktor kelebihan pasokan (over supply) semata.

"Di balik jatuhnya harga ayam di tingkat peternak, terdapat persoalan struktural yang saling berkaitan mulai dari tata kelola impor bahan baku pakan, tekanan likuiditas industri pakan, hingga melemahnya posisi tawar peternak rakyat," katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (24/6).

Saat ini harga ayam hidup di berbagai sentra produksi berada pada kisaran Rp15.000-Rp17.000 per kilogram, sedangkan biaya pokok produksi (HPP) telah mencapai sekitar Rp22.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga pakan sebagai komponen biaya terbesar meningkat menjadi Rp8.600-Rp9.500 per kilogram atau naik sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat peternak rakyat mengalami kerugian sekitar Rp5.000-Rp7.000 per kilogram ayam yang dijual atau mencapai Rp8.000-Rp10.000 per ekor dengan rata-rata bobot panen 2 kilogram.

Permindo menyebut situasi tersebut sebagai cost-price squeeze, yakni ketika biaya produksi terus meningkat sementara harga jual justru menurun, sehingga margin usaha peternak tergerus dan mengancam keberlanjutan usaha.

Menurut Kusnan, peternak rakyat tidak hanya menghadapi krisis harga ayam, tetapi juga krisis margin usaha akibat kenaikan harga pakan yang tidak terkendali.

Permindo menilai akar persoalan juga dipicu perubahan mekanisme pengadaan bahan baku pakan impor yang semakin terkonsentrasi melalui satu pintu dengan sistem cash before delivery (CBD).

Mekanisme itu meningkatkan kebutuhan modal kerja industri pakan, terutama bagi pabrik skala menengah dan kecil yang memiliki keterbatasan likuiditas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.