Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemhan Sampaikan Duka Cita Kepada 2 Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil

3 Selasa, 23 Jun 2026, 21:30 WIB | Oleh:
Kemhan Sampaikan Duka Cita Kepada 2 Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil Kemhan Sampaikan Duka Cita Kepada 2 Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil Doc: Istimewa
Ket. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, Kemhan bersama TNI turut berduka cita atas peristiwa tersebut dan telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Selain itu, seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI. Kedua peserta tersebut meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, Kemhan bersama TNI turut berduka cita atas peristiwa tersebut dan telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Selain itu, seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI,” kata Brigjen TNI Rico Sirait dalam keterangan Biro Infohan Setjen Kemhan.

Peserta pertama atas nama Anisa Muyassaroh mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke. Sebelum mengikuti program, yang bersangkutan telah menjalani seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat.

Sementara itu, peserta kedua atas nama Yonanda Muhammad Taufiq mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Yonanda mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan telah memperoleh penanganan tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung,” ujar Brigjen TNI Rico Sirait.

Kemhan juga menanggapi berbagai informasi yang berkembang di ruang publik terkait pelaksanaan Program SPPI. Kementerian memahami perhatian masyarakat terhadap aspek keselamatan peserta selama menjalani pendidikan.

Karena itu, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program. Evaluasi tersebut mencakup mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, hingga sistem komunikasi dan pelaporan.

“Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” kata Brigjen TNI Rico Sirait.

Kemhan menjelaskan, Program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Keikutsertaan peserta dalam program tersebut dilaksanakan secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan. Program itu juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam mendukung pembangunan nasional.

Kemhan menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Program SPPI. Pemerintah berkomitmen terus melakukan penyempurnaan agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Ekonomi
Bappenas Dorong Transformas...

Jangan Lunglai Usai Juara Hylo Open

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Jangan Lunglai Usai Juara H...
Olahraga
Terus Terpuruk, Ten Hag Seb...
Luar Negeri
Harga Minyak Dunia Turun Dr...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.