Wacana Merger GoTo dan Grab Jadi Sorotan Pasar, Berikut Profil dan Kinerja Kedua Perusahaan
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 18:05 WIB | Oleh: Muchamad IsmailSecara bisnis, Grab mengandalkan ekosistem terpadu berbasis data untuk menghubungkan konsumen, mitra pengemudi, pelaku UMKM, dan institusi keuangan dalam satu platform.
Melalui unit GrabFood, GrabExpress, dan GrabFin, perusahaan ini memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses layanan ekonomi digital dan mendorong inklusi keuangan di kawasan.
Dalam laporan keuangannya, Grab menunjukkan tren peningkatan pendapatan dan efisiensi, dengan fokus pada profitabilitas jangka panjang melalui optimalisasi biaya dan inovasi layanan berbasis AI.
Sebagai perusahaan publik yang tercatat di Nasdaq sejak 2021, Grab kini bertransformasi dari sekadar aplikasi transportasi menjadi pemain utama dalam ekonomi digital Asia Tenggara, dengan strategi pertumbuhan yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemitraan strategis lintas sektor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Grab tahun lalu membukukan capaian positif. Untuk tahun penuh 2024, pendapatan (revenue) Grab tumbuh sebesar 19 % YoY menjadi sekitar 2,797 juta dolar AS atau setara Rp46.709,93 miliar (kurs saat ini Rp16.700/ dolar AS).
Rerata pengguna aktif bertransaksi secara bulanan atau Monthly Transacting Users (MTU) pada 2024 tercatat sekitar 41,3 juta dolar AS atau naik dari 35,5 juta dolar AS pada 2023.
Terkait kinerja sepanjang 2025, pendapatan Grab pada kuartal III tumbuh 22% secara tahunan (yoy) menjadi 873 juta dolar AS atau naik dari kuartal II yang tumbuh 23% menjadi 819 juta dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Grab mulai menunjukkan perbaikan profitabilitas: meskipun masih ada kerugian di beberapa segmen, margin “Adjusted EBITDA” sudah menunjukkan tren positif. Contoh: tahun 2024, Adjusted EBITDA untuk grup positif sekitar 313 juta dolar AS.
Pertumbuhan kuat terutama dari layanan on-demand (ride-hailing + delivery) dan ekspansi ke layanan keuangan digital, yang menunjukkan diversifikasi bisnis dari hanya transportasi menjadi ekosistem lebih luas.
Meskipun pertumbuhan bagus, perusahaan menghadapi persaingan ketat di Asia Tenggara dan tekanan dari biaya insentif/promosi. (Misalnya: insentif untuk mitra driver dan konsumen tetap menjadi beban)
Pasar potensial masih besar di Asia Tenggara, karena penetrasi layanan digital, fintech dan super-app masih belum jenuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!